Sambut Tradisi Robo-Robo 2026: "Jaga Persatuan, Lestarikan Budaya, Kuatkan Kebersamaan"
“Robo-Robo bukan sekadar ritual tahunan di tepi pantai. Ia adalah simpul suci yang mengikat masa lalu dengan masa kini, mengingatkan kita bahwa di tengah keberagaman, doa dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar masyarakat Mempawah.”
(H. Badrut Tamam. AQ, Ketua Lidik Krimsus RI DPD Kalimantan Barat)
MEMPAWAH | 11 Agustus 2026 - Semarak tradisi Robo-Robo Mempawah 2026 yang jatuh pada Rabu besok (12/8/2026) atau 29 Safar 1448 Hijriah tidak biasanya hanya dirayakan oleh warga lokal, tetapi juga banyak dihadiri oleh petinggi kerajaan dan Kesultanan Nusantara hingga Negara sahabat. Kali ini Apresiasi mendalam dari tokoh organisasi kemasyarakatan. Lidik Krimsus RI Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Kalimantan Barat, melalui Ketuanya H. Badrut Tamam. AQ, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan strategis kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan melestarikan kearifan lokal.
Dalam pernyataannya, H. Badrut Tamam menekankan bahwa Robo-Robo memiliki dimensi sosial dan spiritual yang jauh melampaui aspek seremonial belaka. Tradisi yang berakar pada sejarah Kesultanan Mempawah ini merupakan wujud nyata rasa syukur, tolak bala, dan penghormatan terhadap leluhur yang harus dijaga kemurnian nilainya di tengah arus modernisasi.
Dari Ritual Menuju Solidaritas Sosial
Bagi Lidik Krimsus RI Kalbar, pelestarian budaya adalah bagian integral dari menjaga stabilitas sosial. Ketika masyarakat berkumpul dalam prosesi arak-arakan, ziarah makam, dan larung sesajen, sekat-sekat perbedaan latar belakang perlahan luruh. Momen ini menjadi ruang dialog alami yang mempererat ukhuwah (persaudaraan) antarwarga.
"Mari lestarikan budaya, jaga persatuan, dan kuatkan kebersamaan," seru H. Badrut Tamam. Pesan ini menjadi pengingat bahwa identitas daerah yang kuat adalah fondasi bagi ketahanan nasional. Dengan mencintai budaya sendiri, masyarakat secara tidak langsung sedang membangun karakter bangsa yang tangguh, toleran, dan berbudaya.
Warisan Leluhur di Era Digital
Tantangan terbesar pelestarian Robo-Robo saat ini adalah bagaimana membuat generasi muda tetap tertarik dan terlibat aktif. Lidik Krimsus RI Kalbar berharap semangat pelestarian tidak berhenti pada partisipasi pasif, melainkan tumbuh menjadi kepedulian aktif terhadap adat, lingkungan sosial, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kuliner tradisional, busana adat, dan seni pertunjukan dalam Robo-Robo harus dikemas sebagai aset kebanggaan yang relevan dengan zaman, tanpa kehilangan esensi sakralnya.
Keberhasilan Robo-Robo 2026 juga diharapkan dapat mendongkrak citra Mempawah sebagai destinasi wisata budaya unggulan, yang pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sambil tetap menjaga kesucian tradisi.
Budaya Adalah Jati Diri, Persatuan Adalah Kekuatan
Kepada Masyarakat Mempawah & Kalbar: rayakanlah Robo-Robo dengan penuh khidmat dan sukacita. Jadikan setiap langkah menuju laut sebagai simbol penyucian hati dan penguatan ikatan sosial. Kepada Generasi Muda: jangan biarkan api tradisi padam. Pelajarilah maknanya, ikutlah dalam prosesinya, dan ceritakan keindahannya kepada dunia.
Karena sejatinya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa dari mana ia berasal. Robo-Robo 2026 adalah bukti bahwa di tanah Kalimantan Barat, budaya masih hidup, doa masih terpanjat, dan persaudaraan masih terjalin erat. Selamat merayakan, semoga keberkahan menyertai kita semua. 🌊🕌🤝🇮🇩
Sumber: Pernyataan Resmi H. Badrut Tamam. AQ (Ketua Lidik Krimsus RI DPP Kalbar), Dokumentasi Prosesi Robo-Robo 2026, Sejarah Kesultanan Mempawah, Arsip Berita Budaya Kalbar, & Refleksi Kebangsaan Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Budaya & Sosial Homepublik.id
Penulis: Selamet Riadi, S.Pd, Redaksi Lokal Kalbar
Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

