Foto Ketua Umum & Wakil Ketua
Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Landak, Kalimantan Barat | Minggu, 26 April 2026
Lidik Krimsus RI Kalbar, Dukung Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi
PONTIANAK, Kalimantan Barat – Ketua Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Dan Kriminal Khusus Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat, H. Badrut Tamam AQ, menyoroti dan mempertanyakan kepastian kelanjutan pelaksanaan program nasional hilirisasi peternakan ayam terintegrasi. Program strategis yang direncanakan digelar serentak di 13 provinsi ini, untuk wilayah Kalimantan Barat dipusatkan lokasinya di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak.
Sikap tersebut disampaikan H. Badrut Tamam AQ menyusul audiensi antara Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dengan Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, beserta jajaran di ruang kerja Gubernur, beberapa bulan lalu. Pertemuan tersebut membahas rencana ground breaking industri hilirisasi ayam terintegrasi yang sejatinya telah digaungkan sejak Januari 2026 silam.
H. Badrut Tamam AQ menegaskan dukungannya terhadap percepatan realisasi proyek ini. Menurutnya, kejelasan status proyek sangat dinantikan oleh masyarakat sejauh mana progres yang telah dikerjakan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Barat.
"Saya mendukung dan menyambut baik Asta Cita Presiden melalui ground breaking hilirisasi peternakan ayam ini. Diharapkan hal ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, terutama pada kebutuhan daging ayam dan telur. Dengan adanya integrasi ini, pasokan akan terpenuhi sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga murah namun tetap berkualitas baik," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya eksekusi nyata di lapangan. "Kelanjutan proses ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Landak itu harus bisa segera terealisasi sebagaimana harapan awal," tegasnya.
Program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk pemerataan distribusi daging ayam dan mengatasi kelangkaan telur serta ayam potong di berbagai daerah. Selain aspek ketahanan pangan, Kementerian Pertanian menargetkan program spesifik ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar lokasi industri, khususnya di Kabupaten Landak.
Hadirnya investasi besar di KIM Mandor diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kalimantan Barat, sekaligus menjamin stabilitas harga komoditas protein hewani bagi warga setempat. Lidik Krimsus RI Kalbar berkomitmen untuk terus mengawal transparansi dan kelancaran proyek strategis nasional ini hingga tahap operasional.[]
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Lidik Krimsus RI Kalbar
Penulis: A Q

