Ketum, Sekjen & Panglima Besar LSKM Kalbar Tegaskan Peran Organisasi: Perekat Kebhinekaan & Mitra Strategis Negara
“LSKM bukan sekadar wadah suku, melainkan jembatan emas yang menyatukan keberagaman Kalimantan Barat dalam satu ikatan persaudaraan. Di tengah kemajemukan, kami memilih menjadi lem perekat, bukan pemecah belah.”
(Guntur Perdana, SH., MH., Ketua Umum DPP LSKM Kalimantan Barat)
PONTIANAK, KALBAR | 01 Mei 2026 - Di ambang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalimantan Barat menggemakan pesan persatuan nasional. Melalui serangkaian kunjungan kerja ke basis massa, pimpinan tertinggi LSKM secara resmi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota yang konsisten menjaga marwah organisasi melalui kegiatan rutin bulanan.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP LSKM Kalbar, Guntur Perdana, SH., MH., saat ditemui media Homepublik.id. Guntur menyatakan kebanggaan mendalam terhadap disiplin dan loyalitas anggota, khususnya menyoroti keberhasilan Ranting LSKM Desa Retok (di bawah naungan DPD Kubu Raya) yang sukses menggelar pertemuan rutin ke-25 dengan tema filosofis: "Atretan salanjengah, becce'an sadejeh" (Persaudaraan itu ibarat besi; jika disambung akan kuat, jika dipatahkan akan hancur).
Panglima Besar: Kaderisasi Militerisme Cinta Tanah Air
Dalam kesempatan yang sama, Panglima Besar Satgas LSKM, Achnad Efendi, turut mengungkapkan semangat tinggi terhadap soliditas pengurus dan anggota. Ia mengumumkan rencana strategis berupa pelaksanaan Diksargab (Pendidikan, Sandi, dan Gerak Baris-berbaris) yang dijadwalkan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026.
“Kemerdekaan tidak diraih dengan cuma-cuma, melainkan dengan pengorbanan darah dan air mata para pejuang, utamanya pejuang kemerdekaan dari tanah garam Madura. Melalui Diksargab, kami ingin mengkader anggota yang militan, disiplin, dan cinta tanah air agar semangat juang para leluhur tidak luntur ditelan zaman,” tegas Hamidi.
Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kedisiplinan bagi generasi muda LSKM, memastikan organisasi tetap relevan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI di tingkat akar rumput.
Visi Besar: LSKM Sebagai Perekat Bangsa, Bukan Sekadar Etnis
Senada dengan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP LSKM Kalbar, Surip, S.Pd., menekankan bahwa konsistensi kegiatan rutin hanyalah fondasi awal. Ia memiliki harapan besar agar LSKM bertransformasi menjadi organisasi yang inklusif.
“LSKM harus hadir sebagai solusi, bukan masalah. Kami ingin organisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas berbasis etnis dapat berkontribusi positif dalam merawat kebhinekaan. Di Kalimantan Barat yang majemuk, LSKM harus menjadi lem perekat yang kuat antar sesama anak bangsa, melampaui batas-batas suku dan agama,” ujar Surip dengan tegas.
Ia mengingatkan bahwa filosofi "Atretan salanjengah" yang diangkat dalam pertemuan di Desa Retok adalah pesan universal tentang pentingnya menyambung perbedaan, bukan mematahkannya.
Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat
Selain fokus pada internal organisasi dan kaderisasi, DPP LSKM Kalbar juga menegaskan komitmen politiknya untuk mempererat hubungan dengan pihak eksternal, utamanya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Guntur Perdana menyatakan bahwa LSKM siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung dan merealisasikan program-program pembangunan yang telah diagendakan. Langkah ini diambil demi tercapainya kesejahteraan masyarakat seutuhnya, tanpa memandang latar belakang suku atau agama.
“Kami terus berupaya menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan semua pihak, termasuk Pemprov Kalbar. Tujuannya jelas: mendukung program pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Ketika negara maju dan rakyat sejahtera, maka organisasi seperti LSKM juga akan tumbuh sehat,” pungkas Guntur.
Tiga Pilar Keberhasilan LSKM
Bagi Guntur Perdana dan Surip, kunci keberhasilan LSKM dalam menghadapi dinamika sosial-politik terletak pada tiga pilar utama:
1. Konsistensi Kegiatan: Rutinitas bulanan yang terjaga membuktikan kedisiplinan dan loyalitas anggota.
2. Inklusivitas & Moderasi: Membuka diri untuk berinteraksi harmonis dengan etnis lain (Dayak, Melayu, Bugis, Tionghoa, dll) serta menolak diskriminasi.
3. Kolaborasi dengan Negara: Menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan, keamanan, dan stabilitas daerah.
Dengan kepemimpinan yang solid di tingkat DPP, dukungan penuh dari DPD dan Ranting seperti di Desa Retok, serta visi kebangsaan yang jelas dari Panglima Besar Hamidi, LSKM Kalimantan Barat optimis dapat terus eksis sebagai organisasi sosial-kemasyarakatan yang bermartabat, dicintai masyarakat, dan dihormati oleh pemerintah.
Menjelang Hari Lahir Pancasila, LSKM Kalbar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengamalkan Pancasila secara total: bersatu, adil, dan sejahtera bersama.[]
Sumber: Wawancara Eksklusif Homepublik.id dengan Pimpinan DPP & Panglima Besar LSKM Kalbar
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Khoiri Hamka
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

