Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Bupati Kubu Raya Sujiwo Hadirkan Ekskavator Amfibi BWS untuk Normalisasi Sungai Desa Pasak Piang
“Dengan alat berat amfibi ini, kami optimis sungai tidak lagi dangkal dan tertutup eceng gondok. Harapan besar kami, Desa Pasak Piang bebas banjir saat hujan dan tetap memiliki cadangan air saat kemarau.”
(Surip, S.Pd.I., Kepala Desa Pasak Piang)
KUBU RAYA, KALBAR | 3 Juni 2026 - Warga Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya dapat menghela napas lega. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan siklus bencana tahunan—banjir parah saat musim penghujan dan krisis air bersih saat musim kemarau—kini hadir solusi konkret berkat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Barat I.
Melalui koordinasi intensif yang dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, bantuan berupa satu unit Ekskavator Amfibi (Alat Berat Darat-Air) resmi diturunkan untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah tersebut. Kehadiran alat canggih ini disambut dengan rasa bangga dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya dari seluruh lapisan masyarakat desa.
Dilema Pasak Piang: Banjir Saat Hujan, Kering Saat Kemarau
Kepala Desa Pasak Piang, Surip, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kondisi geografis desanya selama ini sangat rentan terhadap perubahan iklim. Sungai yang melintasi desa sering kali mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi dan pertumbuhan tanaman air seperti eceng gondok (bakung-bakung) yang menutupi aliran.
“Jika musim penghujan tiba, air tidak bisa mengalir lancar karena sungai dangkal dan tersumbat, sehingga meluap ke pemukiman warga. Sebaliknya, saat musim kemarau, volume air menyusut drastis karena tidak ada tampungan yang memadai, menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Surip kepada awak media Homepublik.id.
Kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan dan kenyamanan hidup ratusan kepala keluarga di Pasak Piang.
Ekskavator Amfibi: Senjata Ampuh Atasi Pendangkalan
Bantuan ekskavator amfibi dari BWS Kalimantan Barat I dinilai sebagai solusi paling tepat guna. Berbeda dengan ekskavator konvensional, alat berat jenis ini mampu beroperasi di daratan lunak maupun langsung di atas permukaan air, memungkinkan pembersihan dasar sungai dan pengangkatan eceng gondok secara efektif tanpa merusak tanggul.
“Realisasi bantuan berupa ekskavator amfibi ini sangat dirasa membantu permasalahan yang terjadi di pelosok daerah. Alat ini bisa menjangkau area sungai yang sebelumnya sulit dibersihkan secara manual,” tambah Surip.
Dengan dilakukannya normalisasi sungai secara berkala menggunakan alat berat ini, diharapkan kapasitas tampung air sungai akan meningkat. Hal ini akan mencegah luapan air saat curah hujan tinggi sekaligus menjaga ketersediaan air tanah di musim kering.
Apresiasi Tinggi Warga Terhadap Kepemimpinan Bupati Sujiwo
Masyarakat Desa Pasak Piang dan sekitarnya menyatakan kebanggaan mereka terhadap respons cepat dan kepedulian Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo. Langkah Bupati dalam menjembatani kebutuhan desa dengan instansi vertikal seperti BWS Kalbar I dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang pro-rakyat dan solutif.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Sujiwo. Beliau tidak hanya mendengar keluhan, tetapi langsung bertindak mencari solusi bersama BWS. Ini bukti nyata pemerintah hadir untuk rakyat,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Koordinasi yang dilakukan oleh Bupati Sujiwo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi teknis pusat/vertikal dalam menangani isu infrastruktur dan lingkungan hidup yang kompleks.
Harapan Baru: Pasak Piang Bebas Banjir
Ke depan, Kepala Desa Surip berharap program normalisasi sungai ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai proyek sesaat. Ia juga mengajak warga untuk turut serta menjaga kebersihan sungai pasca-normalisasi agar tidak kembali tersumbat sampah atau eceng gondok.
“Harapan saya selaku Kades Pasak Piang, dengan normalisasi sungai ini, desa kami tidak banjir lagi. Kami ingin anak cucu kami tinggal di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman bencana hidrometeorologi,” pungkasnya dengan penuh harap.
Dengan kehadiran ekskavator amfibi ini, Desa Pasak Piang kini memiliki harapan baru untuk mengubah nasib dari desa yang rawan bencana menjadi desa yang tangguh dan sejahtera. Sinergi Pemkab Kubu Raya dan BWS Kalbar I menjadi contoh baik bagaimana masalah lokal dapat diselesaikan dengan pendekatan teknis yang tepat dan kepemimpinan yang peduli.[]
Sumber: Wawancara Eksklusif Kades Pasak Piang & Laporan Lapangan Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Pembangunan Daerah Homepublik.id
Penulis: Ach. Efendi Redaksi Lokal Kubu Raya
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

