• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Di Tengah Tekanan Massa, Direktur OT Group Handoko Sasongko Minta Maaf Atas Insiden 'Challenge' Miras vs Hafalan Quran.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-08-15T07:10:42Z

     

            Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Direktur OT Group Handoko Sasongko Minta Maaf Atas Insiden 'Challenge' Miras vs Hafalan Quran


    “Kami menyadari bahwa langkah promosi tersebut sangat keliru, tidak sensitif, dan mencederai perasaan umat Islam. Kami meminta maaf sedalam-dalamnya atas kekhilafan ini dan berjanji akan mengevaluasi seluruh strategi pemasaran kami agar tidak terulang.”  

    (Handoko Sasongko, Direktur Newport PT Orang Tua (OT) Group)


    JAKARTA BARAT | 15 Agustus 2026 - Tekanan publik akhirnya membuahkan hasil. Di hadapan ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat, termasuk Front Pembela Islam (FPI), Bang Japar, dan BPPKB Banten, Direktur Newport PT Orang Tua (OT) Group, Handoko Sasongko, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi insiden "challenge" pemberian minuman keras kepada pengunjung yang berhasil menghafal surat Al-Qur’an dalam festival musik The Sounds Project pada Minggu (9/8/2026).


    Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor perwakilan PT OT Group di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (14/8/2026) ini menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas tindakan yang dinilai melecehkan nilai-nilai agama dan merendahkan martabat para penghafal Al-Qur’an (Huffaz).


    Permintaan Maaf di Bawah Sorotan Publik


    Handoko Sasongko hadir langsung menemui perwakilan demonstran. Dengan nada rendah hati, ia mengakui bahwa kampanye promosi tersebut merupakan kesalahan fatal dalam penilaian etika bisnis. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen tidak bermaksud menista agama, namun mengakui adanya blind spot atau kebutaan moral dalam proses kreatif tim pemasaran mereka.


    "Kami menerima kritik ini sebagai pelajaran berharga. Kami berkomitmen untuk menarik materi promosi yang bersifat ofensif dan akan melakukan audit internal terhadap seluruh agen pemasaran eksternal kami," ujar Handoko di sela-sela dialog dengan massa.


    Tuntutan Massa: Sanksi Tegas dan Evaluasi Total


    Para pendemo, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bang Japar, tidak hanya menerima permintaan maaf verbal. Mereka mendesak agar:

    1. PT OT Group memberikan sanksi tegas kepada pihak ketiga (event organizer/agensi) yang merancang konsep kontes tersebut.

    2. Perusahaan menjamin tidak akan pernah lagi menggunakan simbol-simbol agama atau ayat suci Al-Qur’an sebagai alat komersialisasi produk haram.

    3. Ada bentuk kompensasi atau donasi nyata kepada lembaga pendidikan Al-Qur’an atau yayasan yatim piatu sebagai bentuk pertobatan korporat.


    "Maaf saja tidak cukup jika tidak ada perubahan sistemik. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda Muslim tidak lagi dijadikan objek hiburan murahan yang bertentangan dengan akidah mereka," tegas salah satu orator aksi.


    Etika Bisnis Tidak Bisa Ditawar


    Kepada Korporasi Besar: ingatlah bahwa profit tidak boleh dibangun di atas reruntuhan harga diri umat beragama. Sensitivitas budaya dan religius adalah modal sosial yang jauh lebih mahal daripada anggaran iklan manapun. Kepada Masyarakat & Ormas: tetaplah kritis namun proporsional. Terima permintaan maaf yang tulus, namun awasi implementasinya. Jangan biarkan aksi ini menjadi sekadar seremonial tanpa dampak perbaikan nyata.


    Karena sejatinya, kepercayaan konsumen adalah aset paling rapuh. Sekali rusak karena arogansi, butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya. Mari jadikan kasus ini sebagai momentum bagi dunia usaha Indonesia untuk lebih beradab dan beretika. 🕌🚫🍺⚖️🇮🇩


    Sumber: Pernyataan Resmi PT Orang Tua Group, Laporan Lapangan Aksi Unjuk Rasa FPI & Bang Japar, Dokumentasi Media Nasional, Arsip BeritaHomepublik.id

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Wawa

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +