Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Relokasi Pabrik China via Skema 'Two Countries Twin Park' Tandai Era Baru Industri di Pulau Garam
“Ini bukan sekadar perpindahan mesin produksi; ini adalah transfer ekosistem. Madura tidak lagi hanya dikenal sebagai penghasil garam dan tembakau, tetapi kini berdiri sebagai kawasan industri modern yang terintegrasi secara global.”
(Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI)
BANGKALAN | 9 Agustus 2026 - Sejarah baru industri Indonesia sedang ditulis di ujung barat Pulau Madura. Rencana relokasi sejumlah pabrik padat karya dari China ke Kawasan Industri Wiraraja Madura, Bangkalan, Jawa Timur, resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pengelola kawasan tersebut dengan mitra industri dari Provinsi Guangdong, China. Kerja sama ini mengusung konsep strategis "Two Countries Twin Park" (Dua Negara Dua Taman), sebuah model pengembangan kawasan industri lintas batas yang pertama kali diterapkan di Madura.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi kawasan industri pertama di pulau tersebut. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap pergeseran peta manufaktur global, di mana klaster industri tertentu yang tidak lagi diizinkan beroperasi di China akibat regulasi lingkungan dan biaya tenaga kerja, mencari rumah baru yang kompetitif.
Sektor Sasaran: Polyester, Cokelat, Matras, hingga Benang
Berdasarkan kesepakatan awal, relokasi ini menargetkan sektor-sektor padat karya yang memiliki rantai pasok kuat namun membutuhkan ruang ekspansi. Komoditas utama yang direncanakan masuk meliputi:
* Polyster & Tekstil: Memanfaatkan ketersediaan tenaga kerja lokal dan akses logistik laut.
* Industri Pangan (Cokelat): Mengolah bahan baku kakao domestik dengan teknologi pengolahan tingkat lanjut.
* Furniture & Kasur (Matras): Memenuhi pasar ekspor regional ASEAN.
* Benang & Serat: Menunjang hilirisasi tekstil nasional.
Meskipun nilai investasi pasti masih dalam tahap kalkulasi akhir oleh tim teknis gabungan, potensi penyerapan tenaga kerja dan multiplier effect bagi ekonomi lokal diperkirakan sangat signifikan. Keberadaan pabrik-pabrik ini diharapkan mampu mengubah struktur ketenagakerjaan Madura dari sektor agraris tradisional menuju manufaktur bernilai tambah tinggi.
HKI Percepat Perizinan: Jaminan Kepastian Hukum
Salah satu tantangan terbesar dalam menarik investasi asing adalah birokrasi. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) berkomitmen memberikan layanan percepatan perizinan HKI bagi investor di kawasan ini. Perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat menjadi prasyarat mutlak bagi perusahaan teknologi dan manufaktur asal China untuk memindahkan aset intelektual dan proses produksinya ke Indonesia tanpa khawatir akan pembajakan atau sengketa hukum.
Skema Two Countries Twin Park sendiri dirancang untuk menciptakan harmonisasi regulasi dan standar operasional antara kedua negara, sehingga memudahkan transfer teknologi, manajemen, dan jaminan kualitas produk yang setara dengan standar internasional.
Peluang Besar, Tantangan Sosial-Ekologis
Kepada Pemerintah Daerah & Pusat: pastikan AMDAL dan analisis dampak sosial dilakukan secara transparan sebelum groundbreaking. Jangan biarkan euforia investasi mengabaikan daya dukung lingkungan dan budaya lokal Madura. Kepada Masyarakat Madura: sambutlah perubahan ini dengan kesiapan peningkatan kompetensi. Pelatihan vokasi harus berjalan paralel dengan pembangunan fisik pabrik.
Karena sejatinya, keberhasilan relokasi ini tidak diukur dari seberapa banyak gedung yang berdiri, melainkan dari seberapa sejahtera warga Madura yang bekerja di dalamnya dan seberapa lestari alam Madura yang tetap terjaga. Ini adalah ujian kedewasaan industrialisasi di tanah leluhur.[]
Sumber: MoU Two Countries Twin Park Guangdong-Wiraraja, Pernyataan Menko Airlangga Hartarto, Dokumen Rencana Induk Kawasan Industri Wiraraja, Analisis Investasi Manufaktur Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Ekonomi & Industri Nasional Homepublik.id
Penulis: Khoiri Hamka
Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

