Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Pesantren Hidayatul Muhsinin Raih Juara Umum 3 Bahasan Cup III
“Pencak silat mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya pada pukulan, tetapi pada ketenangan hati dan kedisiplinan jiwa. Prestasi ini adalah buah dari doa, keringat, dan semangat juang para santri.”
(Lora Khoron Syakur, Pengasuh & Pelatih Pencak Silat PHM)
PONTIANAK | 17 Agustus 2026 - Kebanggaan kembali menyelimuti keluarga besar Pesantren Hidayatul Muhsinin (PHM). Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Bahasan Cup III yang digelar di Pontianak, kontingen pencak silat pesantren ini berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara Umum 3 Tingkat Dewasa. Capaian ini diraih setelah para pesilat muda PHM mengumpulkan sejumlah medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kategori tanding dan seni.
Di tengah persaingan ketat yang melibatkan puluhan perguruan dan klub se-Kalimantan Barat, para santri PHM tampil penuh percaya diri. Sejak babak penyisihan hingga partai final, mereka mengandalkan teknik yang rapi, strategi yang matang, serta stamina prima yang menjadi hasil dari latihan rutin dan disiplin tinggi.
Bukan Sekadar Medali, Tapi Pembentukan Karakter
Menurut Lora Khoron Syakur, pengasuh sekaligus pelatih utama, prestasi ini merupakan bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga di lingkungan pesantren. Ia menekankan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti pencak silat bukan sekadar hobi, melainkan wadah strategis untuk membentuk karakter santri.
"Hasil yang diraih di Bahasan Cup III adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan intensif, serta doa restu orang tua dan guru. Kami tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membentuk mental juara: kuat, disiplin, sportif, dan tangguh menghadapi tantangan," ujar Lora Khoron.
Ia juga mengenang jasa almarhum Dr. KH. Ahmad Zainudin Asy’ari, M.Pd.I, yang dianggap sebagai pilar penting dalam perjalanan pembinaan lembaga. Semangat beliau terus menjadi inspirasi bagi para pelatih dan santri untuk terus berprestasi demi mengharumkan nama pesantren.
Dari Pontianak Menuju Panggung Nasional
Capaian Juara Umum 3 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para pesilat PHM untuk meningkatkan kemampuan ke level yang lebih tinggi. Target selanjutnya adalah dominasi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan bahkan menembus kompetisi tingkat nasional.
Prestasi ini juga menjadi sinyal positif bahwa minat santri terhadap olahraga tradisional pencak silat terus tumbuh. Mereka membuktikan bahwa seorang santri bisa unggul dalam ilmu agama sekaligus tangkas dalam bela diri.
Santri Hebat, Pesantren Dahsyat, Indonesia Kuat
Kepada Para Santri PHM: Selamat atas prestasi membanggakan ini! Jadikan piala ini sebagai motivasi, bukan tujuan akhir. Teruslah berlatih dengan rendah hati.
Kepada Masyarakat Kalbar: Dukunglah potensi lokal. Pesantren bukan hanya tempat mengaji, tetapi juga inkubator talenta bangsa.
Karena sejatinya, generasi yang kuat adalah generasi yang seimbang antara iman, ilmu, dan fisik. Maju terus, Pesantren Hidayatul Muhsinin! 🥋🏆🕌
Sumber: Laporan Resmi Panitia Bahasan Cup III, Pernyataan Lora Khoron Syakur, Dokumentasi Pertandingan, Arsip Prestasi Pesantren Hidayatul Muhsinin, & Analisis Olahraga Tradisional Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Olahraga & Pendidikan Pesantren Homepublik.id
Penulis: Khoiri Hamka, Redaksi Kalbar
Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

