Pontianak, Kalimantan Barat (29 April 2026) - Nama berinisial K lagi-lagi terseret dalam dugaan monopoli aliran dana. Kali ini, K disebut-sebut mencaplok 70 persen dana kerjasama publikasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperuntukkan untuk Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Kalimantan Barat.
Konon, BNPB mengucurkan dana sebesar Rp 900 juta untuk media-media yang tergabung di AMSI Wilayah Kalimantan Barat. Ada belasan media yang menjadi member AMSI. Namun pembagian kerjasama publikasi itu tidak merata.
K yang ketika itu menjadi Ketua AMSI Wilayah Kalimantan Barat Periode 2019-2022, diduga memonopoli dana Kerjasama tersebut. Melalui dua media online miliknya, K ‘mengamankan’ dana sebesar Rp 600 juta.
Rahasia ini terungkap saat Konferensi Wilayah (Konferwil) III AMSI Kalimantan Barat pada 11 Juni 2025 lalu. Saat itu, Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, mempertanyakan mengapa K tidak meninggalkan warisan setelah mendapat kerjasama dari BNPB. Apalagi anggaran tersebut tidak sedikit.
Pengurus dan Anggota AMSI Wilayah Kalimantan Barat menyesalkan sikap tamak K yang menelan dana kerjasama tersebut. Seharusnya, anggaran tersebut dibagi merata untuk stimulan semasa COVID-19.
Beredar kabar, Pengurus AMSI Pusat hendak melaporkan K ke Mabes Polri untuk masalah ini. Namun kabar tersebut redup dengan sendirinya setelah Konferwil AMSI usai.
Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) selama pandemi COVID-19. Kolaborasi meliputi penanganan bencana, sosialisasi dan penghargaan atas kontribusi.
Kerjasama BNPB dengan AMSI berbentuk penyebaran informasi yang akurat terkait pandemi dan penanganan pandemi COVID-19, untuk memutus mata rantai penyebaran virus. AMSI Wilayah Kalimantan Barat kebagian program komunikasi publik tersebut.
Berdasarkan laporan kinerja BNPB Tahun 2021, kerja sama komunikasi publik mengenai COVID-19 digunakan untuk sosialisasi, edukasi dan komunikasi kepada masyarakat.
BNPB mengucurkan anggaran senilai lebih Rp 900 juta untuk AMSI Wilayah Kalimantan Barat. Dana ini kemudian dibagikan dan diterima oleh masing-masing media yang merupakan pengurus sekaligus anggota.
Celakanya, anggaran jumbo untuk sosialisasi, edukasi dan komunikasi kepada masyarakat ini dikuasai oleh K. Dua media miliknya, yakni SuaraKalbar.co.id dan Suaraindo.id memonopoli program ini.
Berdasarkan penelusuruan, SuaraKalbar.co.id yang diterbitkan PT Suara Kalbar Online dipimpin langsung oleh K sebagai Direktur merangkap Pemimpin Redaksi.
Sementara SuaraIndo.id dikelola istrinya, Mimi. Media online ini dinaungi PT Suara Indo Digital. K merangkap sebagai Pemimpin Redaksi di media lokal tersebut.
Selain mendapatkan uang negara, SuaraKalbar.co.id juga terima penghargaan dari BNPB pada Rabu, 10 Maret 2021. Penghargaan ini diberikan karena membantu sosialisasi Penanggulangan Bencana semasa COVID-19. Media SuaraIndo.id juga menerima penghargaan tersebut.
Belakangan, pengurus dan anggota AMSI Wilayah Kalimantan Barat tidak puas dengan cara K mengatur jatah program sosialisasi berbayar tesebut.
Media ini mencoba mengonfirmasi Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, terkait polemik AMSI Wilayah Kalimantan Barat. Namun, Upi menyarankan untuk bertanya kepada Ketua Umum AMSI.
“Langsung saja wawancara Ketum ya,” jawabnya singkat.
Belum lama ini, K terlibat kasus dugaan penipuan mengatasnamakan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat. K dituding membuat dan menyebarkan proposal ke sejumlah perusahaan mengatasnamakan PWI Provinsi Kalimantan Barat.
Setelah mendapatkan dana dari pihak ketiga, kegiatan yang diajukan K selaku Ketua PWI Provinsi Kalimantan Barat tidak pernah ada alias fiktif. Kasus ini kemudian menjadi konsumsi publik dan mendapat kecaman keras dari akademisi.
Sumber: Ical
Editor: Bima
Penulis: Totas

