Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Peringati Hardiknas, Lidik Krimsus RI Kalbar Serukan Pendidikan Berkarakter dan Berintegritas: "Cerdaskan Otak, Mulia Akhlak"
PONTIANAK, Kalimantan Barat (02 - Mei - 2026) – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Kriminal Khusus (Lidik Krimsus) Republik Indonesia wilayah Kalimantan Barat, menggelar seruan moral bagi seluruh insan pendidikan di Bumi Khatulistiwa. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademik, melainkan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang bebas dari korupsi dan kejahatan.
Ketua Lidik Krimsus RI Kalbar, H. Badrut Tamam. AQ dalam sambutannya menyatakan bahwa momentum Hardiknas harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada kekurangan fasilitas, melainkan pada krisis moral dan integritas yang mulai menggerogoti generasi muda.
"Pendidikan yang sejati adalah yang mampu melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih. Kita sering melihat anak-anak pintar, namun ketika dewasa justru menjadi koruptor atau pelaku kejahatan kerah putih. Ini tanda ada yang salah dengan proses pendidikannya," tegas H. Badrut Tamam di Pontianak, Selasa (2/5/2026).
Fokus pada Pencegahan Kejahatan Sejak Dini
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengawasan Informasi dan investigasi kriminal, Lidik Krimsus RI Kalbar menyoroti pentingnya pendidikan sebagai benteng pencegahan kejahatan (crime prevention). H. Badrut mengingatkan bahwa banyak kasus kriminalitas yang terjadi saat ini berakar dari kegagalan pembentukan karakter sejak bangku sekolah.
"Lidik Krimsus RI Kalbar siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait. Kami tidak hanya menunggu kasus terjadi untuk diproses, tetapi kami ingin hadir lebih awal melalui edukasi. Kami akan mendorong program 'Sekolah Anti-Korupsi' dan 'Kawasan Bebas Bullying' di berbagai sekolah di Kalbar," ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena degradasi moral di kalangan pelajar, seperti penggunaan bahasa kasar dan hilangnya rasa hormat kepada guru, yang sebelumnya telah ia sampaikan dalam opini publik. "Jika bahasa dan adab saja sudah rusak, bagaimana kita berharap mereka bisa memimpin negeri ini dengan bijak? Hardiknas tahun ini harus menjadi momentum untuk kembali pada nilai-nilai luhur Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladana, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani."
Tiga Pilar Utama Seruan Hardiknas
Dalam kesempatan tersebut, Lidik Krimsus RI Kalbar meluncurkan tiga pilar utama gerakan pendidikan yang akan dikawal bersama masyarakat:
1. Integritas Akademik: Menolak segala bentuk kecurangan dalam ujian, plagiarisme tugas, dan jual-beli nilai. Kejujuran harus dimulai dari ruang kelas.
2. Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya: Mengembalikan peran agama dan kearifan lokal Kalimantan Barat sebagai landasan etika siswa dalam bergaul dan bertindak.
3. Sinergi Pengawasan: Membuka saluran pengaduan bagi masyarakat dan siswa untuk melaporkan praktik pungutan liar, kekerasan di sekolah, atau penyimpangan lainnya di lingkungan pendidikan kepada Lidik Krimsus.
Harapan untuk Masa Depan Kalbar
H. Badrut Tamam menutup pernyataannya dengan pesan optimis namun tegas kepada para guru, orang tua, dan pemerintah daerah.
"Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, namun pahlawan pun butuh dukungan sistem yang baik. Kami mengajak semua pihak untuk tidak sekadar merayakan Hardiknas dengan upacara seremonial belaka. Mari kita isi dengan aksi nyata: perbaiki kurikulum karakter, awasi anggaran pendidikan agar tepat sasaran, dan jadikan sekolah sebagai taman yang aman bagi tumbuh kembang anak," pungkasnya.
Peringatan Hardiknas oleh Lidik Krimsus RI Kalbar ini diharapkan dapat memicu gelombang kesadaran baru di kalangan pendidik dan peserta didik di Kalimantan Barat, menciptakan generasi emas yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga memegang teguh integritas dan moralitas bangsa.
Maka, jadilah murid seumur hidup. Karena selama nafas masih berhembus, dunia ini adalah sekolah, dan setiap detik adalah pelajaran yang berharga.[]
#Hardiknas2026 #LidikKrimsusRIKalbar #PendidikanBerkarakter #KalbarBersihKorupsi #GuruPenggerak
Sumber: (Humas Lidik Krimsus RI Kalbar)
Editor: Mustakim Syamsi
Penulis: Mustakim Syamsi

