Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
LSKM Desa Retok: Merawat Harmoni Madura di Tengah Kemajemukan
“Ataretan salanjengah becce, an sadhejeh.”(Persaudaraan itu ibarat besi; jika disambung akan kuat, jika dipatahkan akan hancur.)
KUBU RAYA, KALBAR | 31 Mei 2026 - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah ruang sederhana di kediaman Bapak Nasuri, Parit Karang Anyar, Dusun Memperigang, Desa Retok, berubah menjadi pusat kehangatan. Sekitar 60 anggota Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Desa Retok berkumpul dalam pertemuan rutin bulanan ke-25 mereka, Minggu (31/5/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar arisan atau kumpul-kumpul biasa. Melalui mekanisme "kocokan" atau giliran tuan rumah yang adil, LSKM berhasil menjaga konsistensi silaturahmi sekaligus melestarikan identitas budaya Madura di tanah perantauan. Namun, esensi terbesar dari kehadiran mereka adalah pesan perdamaian yang digaungkan di tengah masyarakat multietnis.
Melestarikan Budaya, Menjaga Akidah
Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
LSKM Desa Retok didirikan sebagai wadah bagi suku Madura di Desa Retok untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal seperti Sandur (seni tari tradisional) dan Pencak Silat. Namun, di atas panggung budaya, fondasi utama organisasi ini adalah penguatan spiritual.
Setiap pertemuan dibuka dengan pembacaan Ummul Fatihah, dilanjutkan dengan Tahlil dan Syarful Anam. Aktivitas ini dirancang bukan hanya untuk pertemuan fisik, tetapi juga untuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), memperkuat keimanan, dan membangun ketenangan batin para anggota.
“Kami berharap setiap pertemuan mendapatkan ridho Allah SWT dan syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW. Agar LSKM Desa Retok terus eksis, menjadi mitra pemerintah setempat, dan semakin banyak masyarakat yang antusias bergabung,” ujar Fardinsyah, Ketua Umum LSKM Desa Retok.
Aktif Sosial & Pengawal Ulama
Keberadaan LSKM tidak berhenti di internal kelompok. Organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Selain itu, LSKM juga berperan penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para ulama yang datang dari Pontianak atau Jawa untuk berdakwah di Desa Retok dan desa-desa tetangga.
Peran ini sangat krusial mengingat Desa Retok adalah contoh nyata masyarakat majemuk. Suku Madura hidup berdampingan secara damai dengan etnis Dayak, Melayu, Bugis, dan Tionghoa. Kehadiran LSKM justru memperkuat tenun persatuan tersebut, bukan memecahnya.
Pesan Kunci: Hidup Damai Tanpa
Diskriminasi
Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Dalam pertemuan ke-25 ini, Ketua Umum Fardinsyah bersama Sekretaris, Bapak Faris, menekankan pesan penting kepada seluruh anggota, termasuk yang berasal dari desa tetangga seperti Desa Sungai Nau dan Desa Padi Jaya.
“Jaga tali persaudaraan antar suku Madura, namun jangan lupa bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Hiduplah berdampingan secara damai, berbuat adil, dan tidak melakukan diskriminasi kepada siapa pun, etnis apapun, atau umat beragama lain,” tegas Fardinsyah.
Ia menambahkan satu syarat mutlak: selama prinsip akidah tidak dicampuradukkan, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan adalah harga mati. Pesan ini sejalan dengan filosofi Madura "Ataretan salanjengah becce, an sadhejeh", yang mengingatkan bahwa persaudaraan adalah kekuatan, sementara perpecahan adalah kehancuran.
Mitra Pemerintah untuk Kemajuan Desa
Dengan disiplin, semangat gotong royong, dan komitmen pada nilai-nilai luhur agama serta budaya, LSKM Desa Retok bercita-cita menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Mereka ingin berkontribusi lebih besar dalam kemajuan desa, baik melalui pembangunan infrastruktur sosial maupun pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
Kehadiran LSKM di Desa Retok membuktikan bahwa organisasi berbasis etnis dapat menjadi alat pemersatu bangsa, bukan pemecah belah. Di bawah langit Kalimantan Barat yang luas, mereka mengajarkan bahwa perbedaan adalah anugerah, dan persaudaraan adalah kewajiban.[]
Sumber: Dokumentasi Kegiatan LSKM Desa Retok
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Pardik Kabiro Kubu Raya
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

