• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Minim Dukungan Pemkab dan KONI, Ketua KBI Mempawah Tetap Kirim Atlet Ajang West Borneo Championship 2026: "Jangan Bunuh Semangat Fighter"

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-04T17:37:39Z

     

          Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Selamat Bertanding & Junjung Sportifitas 


    PONTIANAK, Kalimantan Barat (02 April 2026) – GOR Sultan Abdulrahman, Pontianak, kembali menjadi saksi bisu geliat olahraga bela diri tanah air saat menggelar ajang bergengsi West Borneo Championship Muaythai & Boxing 2026, yang berlangsung sejak Jumat 1-2/5/2026. Di tengah sorotan publik terhadap para juara, ada kisah pilu sekaligus membanggakan yang datang dari kontingen Kabupaten Mempawah.


    Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Mempawah, H. Badrun, hadir langsung memimpin delegasi kecil atletnya. Namun, kehadiran mereka kali ini diwarnai oleh kenyataan pahit: minimnya dukungan finansial dan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.


    Berjuang Tanpa "Angin Segar" Dukungan


           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Berbeda dengan kontingen daerah lain yang datang dengan rombongan besar dan fasilitas lengkap, KBI Mempawah hanya mengirimkan sejumlah atlet terpilih. Keterbatasan ini bukan karena kurangnya bakat di Bumi Suanggi, melainkan akibat ketiadaan anggaran pembinaan dan dukungan operasional dari instansi terkait.


    "Hanya segelintir anak muda hebat ini yang bisa kami bawa. Bukan karena kami tidak punya lebih banyak petarung potensial, tapi karena kami tidak mendapatkan support dan dukungan yang memadai dari KONI maupun Pemkab Mempawah," ungkap H. Badrun dengan nada prihatin di sela-sela pendampingan saat pertandingan, Sabtu sore di GOR Syarief Abdurrahman Pontianak.


    Meski demikian, semangat H. Badrun dan para atletnya tidak padam. Ia menilai bahwa membiarkan atlet berhenti berlatih atau tidak bertanding hanya karena masalah birokrasi dan anggaran adalah sebuah kesalahan fatal.


    "Kita tidak boleh membunuh semangat para fighter. Mereka sudah giat berlatih, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan menanggung sakit demi menuju pertandingan prima. Jika karena bukan melalui Pengkab, mereka kan bisa memakai sasananya, bahkan jika dengan alasan tidak ada dana lalu kita persulit mereka tampil, itu sama saja kita mematikan mimpi mereka," tegasnya.


    Pemerintah Daerah: Wajib Akomodir Atlet, Jangan Karena Unsur Kedekatan 


           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    Dalam kesempatan tersebut, H. Badrun melayangkan kritik keras namun konstruktif kepada pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa prestasi olahraga tidak akan lahir dari ruang hampa, melainkan butuh ekosistem yang mendukung.


    "Pemerintah wajib mengakomodir para fighter. Mereka adalah aset daerah yang membawa nama baik Mempawah di kancah regional bahkan nasional. Ketika mereka berjuang di ring, yang mereka pertaruhkan bukan hanya medali, tapi harga diri daerah," ujarnya.


    H. Badrun berharap, keberhasilan para atlet NETRO Fighting Club Mempawah di ajang West Borneo Championship ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan. Bahwa di balik keterbatasan, ada emas murni yang siap digali jika diberi kesempatan dan dukungan yang layak.


    Optimisme Fighter NETRO Fighting Club di Atas Ring 


           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Terlepas dari segala kendala di luar ring, para atlet NETRO Fighting Club dari Pengkab KBI Mempawah tampil dengan mental baja. Sorak sorai penonton di GOR Sultan Abdulrahman seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi mereka untuk membuktikan bahwa keterbatasan dana bukanlah alasan untuk berprestasi.


    "Kami optimis. Doa restu orang tua dan tekad baja para atlet adalah modal utama kami. Kami ingin menunjukkan pada semua bahwa anak Mempawah mampu bersaing, meski harus berjalan sendiri, seperti halnya perlengkapan latihan dan tempat adalah upaya mandiri dari kita. Tidak ada bantuan sama sekali dari PemKab sejak pertama KBI ini ada mulai 2022 sampai sekarang." tutup H. Badrun penuh harap.


    Ajang West Borneo Championship 2026 ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi KONI dan Pemkab Mempawah untuk segera merevisi pola pembinaan olahraga daerah, agar di masa depan tidak ada lagi cerita sedih tentang atlet berbakat yang terpinggirkan karena kurang perhatian dengan alasan bukan Cabang dari Pengkab yang dipertandingkan.


    Sumber: KBI Mempawah 

    Editor: M.Rizky Ansyari 

    Penulis: Ali Akbar 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +