• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Gemuruh Sholawat di Ujung Barat Sampang: 1.500 Alumni Sidogiri Kaji Ihya & Fathul Muin di PP Darur Rosyad, Bukti Tradisi Kitab Kuning Tetap Kokoh.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-07T04:09:27Z

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Lebih 1.500 Alumni Sidogiri Kaji Ihya & Fathul Muin di Ponpes Darur Rosyad


    “Di tengah gempuran zaman digital, mereka tetap setia pada kertas kuning dan tinta hitam. Karena ilmu yang berkah tidak pernah luntur dimakan waktu.”  

    (MF, IASS Sampang)


    SAMPANG, JATIM | 6 Juni 2026 - Suasana hening di Desa Sabelebung, Kecamatan Baturasang, Kabupaten Sampang—tepat di perbatasan dengan Kabupaten Bangkalan—pecah oleh gemuruh takbir dan salawat, Jumat (5/6/2026) siang. Bukan karena kerusuhan atau konflik, melainkan karena kehadiran massal ribuan santri dan alumni dalam acara Kajian Rutin Triwulan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Komisariat Tambelangan.


    Pondok Pesantren Darur Rosyad, yang diasuh langsung oleh KH Hasan Rosyidi, menjadi saksi bisu betapa kuatnya ikatan ukhuwah dan semangat menuntut ilmu di kalangan alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Terpantau, sebanyak 72 kendaraan roda empat dan 215 kendaraan roda dua memadati halaman pondok, membawa serta sekitar 1.500 peserta dari berbagai kecamatan di Sampang.


    Mengaji Ihya Ulumuddin & Fathul Muin: Fondasi Spiritual & Fikih


    Acara yang bertepatan dengan tanggal 19 Dzulhijjah 1447 H / 5 Juni 2026 M ini mengusung tema kajian mendalam terhadap dua kitab mu'tabarah (diakui keilmuannya):

    1.  Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali: Sebagai panduan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan akhlak mulia.

    2.  Fathul Muin karya Syekh Zainuddin Al-Malibari: Sebagai rujukan utama fikih mazhab Syafi'i bagi para santri.


    Kajian dibuka dengan tilawah Al-Qur'an yang merdu oleh Mas Kholil Nawawi selaku Qori', didampingi Ustadz Aminullah Mazid. Suasana kian khidmat ketika para asatidz mulai membedah makna demi makna dalam kitab kuning, disimak dengan penuh perhatian oleh ribuan jamaah yang duduk bersaf-saf rapi di aula dan halaman pondok.


    Kebanggaan KH Hasan Rosyidi: Rumah Jadi Majelis Ilmu


    Bagi pengasuh PP Darur Rosyad, KH Hasan Rosyidi, kedatangan rombongan besar IASS Sampang adalah sebuah kehormatan tersendiri. Ia merasa bersyukur karena pondok yang ia asuh dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kajian rutin triwulan ini.


    “Ini adalah kebanggaan bagi kami. Pondok Darur Rosyad bukan hanya tempat tinggal santri, tapi juga rumah bagi para alumni untuk kembali menimba ilmu. Kehadiran 1.500 lebih jamaah menunjukkan bahwa cinta terhadap ilmu dan ulama tidak pernah padam,” ujar KH Hasan Rosyidi dengan wajah berseri.


    Kiai Hasan Rosyidi sangat bangga menjadi tuan rumah dari Ngaji Kitab Sidogiri kali ini, meski beliau bukan bagian dari alumni IASS, namun Kiai muda penuh kharisma ini berusaha menjadi pelebur bagi semua alumni lintas Pesantren. Bahkan dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan tradisi pesantren di tengah arus modernisasi yang sering kali menggerus nilai-nilai keagamaan klasik.


    IASS Sampang: Eksis Menjaga Tradisi Salafush Shalih


    Ketua Pengurus Wilayah (PW) IASS Sampang menyatakan bahwa agenda kajian triwulan ini adalah bentuk komitmen nyata alumni Sidogiri untuk tetap istiqomah dalam mengkaji kitab-kitab karya Ulama Salafush Shalih.


    “Kami tidak terbawa arus zaman yang serba instan. Kami tetap setia pada kitab kuning sebagai fondasi spiritual dan intelektual yang kuat. Dengan mengkaji Ihya dan Fathul Muin secara berkala, kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya sekadar teori, tapi menjadi amal shaleh yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Mamal Ghozi pengurus IASS.


    Kehadiran Majelis Keluarga Masyaikh Sidogiri dalam agenda ini juga memberikan bobot khusus, menegaskan bahwa jaringan keilmuan Sidogiri di Sampang masih terikat erat dengan pusat keilmuan di Pasuruan.


    Ukhuwah Islamiyah yang Menghangatkan Perbatasan


    Lokasi Desa Sabelebung yang berada di ujung barat Sampang, berbatasan langsung dengan Bangkalan, menjadikan acara ini semakin simbolis. Ribuan orang dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari pedagang, petani, hingga pejabat—bersatu dalam satu saf, tanpa sekat, demi mencari ridha Allah melalui ilmu.


    Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga sore hari ini ditutup dengan doa bersama dan jamuan makan sederhana ala pesantren, memperkuat rasa persaudaraan (ukhuwah islamiyah) antar alumni.


    Semoga kegiatan Ngaji Kitab Putaran 2 ini menjadi wasilah bertambahnya ilmu yang barokah, mempererat tali persaudaraan, dan menguatkan komitmen alumni Sidogiri di Sampang untuk terus melestarikan tradisi keilmuan pesantren di tanah Madura.[]


    Sumber: Laporan Korwil & Dokumentasi PW IASS Sampang

    Editor: Tim Redaksi Dakwah Homepublik.id

    Penulis: M.F (Kabiro Sampang)

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler