• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Kabur Lewat Pintu Belakang! Bos Baru MBG Nanik S Deyang Hindari Kejaran Wartawan Usai Rapat Tertutup DPR: "Tidak Ada Perlakuan Istimewa"

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-16T04:42:34Z

     

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    Bos Baru MBG Nanik S Deyang, Kabur Lewat Pintu Belakang! Hindari Kejaran Wartawan Usai Rapat Tertutup DPR


    “Jadi Bu Arum (Agustina Arumsari) sudah ditunjuk di depan DPR menjadi jubir BGN.”  

    Nanik S Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sambil mempercepat langkah meninggalkan kompleks parlemen.


    JAKARTA | 16 Juni 2026 - Suasana tegang menyelimuti kompleks Parlemen Senayan pada Senin sore (15/6/2026). Nanik S Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, memilih menghindari kejaran wartawan seusai menggelar rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI. Sikapnya yang terkesan menutup diri ini memicu spekulasi publik di tengah skandal korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih hangat.


    Awalnya, saat baru keluar dari ruang rapat, Nanik menolak memberikan keterangan rinci terkait hasil pembahasan anggaran dan evaluasi kinerja BGN. Ia beralasan bahwa pihaknya telah menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara resmi lembaga tersebut. Namun, alih-alih menunggu atau memberikan klarifikasi singkat, Nanik justru mempercepat langkahnya dan memilih "kabur" meninggalkan area Komisi IX melalui akses pintu belakang.


    Modus Menghindar: Menyusuri Lorong MKD demi Mobil Dinas


    Para awak media yang sudah siag sejak pagi tetap berusaha mengikuti dan mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan krusial, khususnya mengenai nasib anggaran program MBG tahun 2027 dan apakah kuota penerima manfaat bakal mengalami pengurangan seiring adanya audit total.


    Namun, Nanik enggan merespons rentetan pertanyaan tersebut. Ia terlihat berjalan terburu-buru dikawal ajudannya, menyusuri lorong Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI untuk menghindari kerumunan wartawan. Ia terus berjalan cepat hingga akhirnya tiba di area pintu belakang Gedung Nusantara I, tempat mobil dinasnya bersiaga. 


    Sebelum masuk ke dalam kendaraan, ia hanya melontarkan kalimat singkat: "Tidak ada perlakuan istimewa," seolah-olah ingin membantah tudingan bahwa ia mendapatkan jalur khusus untuk lolos dari sorotan media.


    Publik Menuntut Transparansi, Bukan Alasan Birokratis


    Sikap Nanik S Deyang ini kontras dengan harapan rakyat yang mendesak transparansi penuh. Di tengah penetapan tersangka terhadap pendahulunya, Dadan Hindayana, dan bos PT YAT, Andri Mulyono, publik menganggap bahwa setiap gerakan pejabat BGN harus terbuka untuk diawasi. 


    Penunjukan Agustina Arumsari sebagai jubir memang merupakan hak administratif, namun ketika isu yang dibahas menyangkut anggaran triliunan rupiah uang rakyat, kepala lembaga seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan setidaknya pernyataan pers singkat. Penghindaran ini justru memunculkan tanda tanya besar: apa yang sebenarnya disembunyikan dalam rapat tertutup tersebut? Apakah ada tekanan politik dari DPR? Ataukah ada temuan audit baru yang belum siap diungkapkan?


    Hukum Harus Tetap Ditegakkan


    Rakyat berharap melalui DPR RI, hukum tetap ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapapun yang menghianati amanah rakyat, baik itu pejabat lama maupun baru, akan menerima akibatnya. 

    "Jangan lagi korupsi uang rakyat."  

    Demikian pesan moral Tim Redaksi Homepublik.id untuk rakyat Indonesia. 

    Sikap menghindar dari wartawan mungkin bisa menyelamatkan Nanik dari pertanyaan sulit hari ini, tetapi tidak akan menyelamatkan BGN dari tuntutan akuntabilitas di mata sejarah. Program MBG adalah taruhan besar pemerintahan Prabowo Subianto. Jika pimpinannya saja takut berhadapan dengan pers, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa dapur-dapur umum di seluruh Indonesia dikelola dengan bersih?


    Kini, bola ada di tangan Nanik S Deyang. Apakah ia akan membuktikan integritasnya dengan keterbukaan, atau terus berlindung di balik alasan birokratis sambil membiarkan kepercayaan publik semakin terkikis?


    Sumber: Pantauan Langsung Tim di Kompleks DPR RI & Rilis Resmi Komisi IX DPR

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Wawa

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +