• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    “Memotong 1 Ayam Jadi 14 Potong Itu Berdosa!” Prabowo Tegaskan Standar Porsi MBG di Depan Para Mitra: Jangan Curangi Anak Bangsa.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-04T05:00:31Z

        Homepublik.id|Media Nasional Terdepan



    Prabowo Tegaskan Standar Porsi MBG di Depan Para Mitra

    “Ini bukan soal hitung-hitungan bisnis. Ini soal masa depan anak-anak kita. Jika Anda memotong satu ekor ayam menjadi 14 bagian kecil demi untung, maka Anda telah berdosa kepada rakyat dan Tuhan.”  
    (Presiden RI, Prabowo Subianto)

    BOGOR, JABAR | 3 Juni 2026 - Suasana tegang namun penuh perhatian menyelimuti Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Rabu (3/6/2026). Dalam Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan yang tak biasa. Ia tidak hanya berbicara di balik podium, tetapi langsung membawa contoh potongan ayam ke atas panggung untuk mendemonstrasikan standar porsi makanan yang wajib diterima oleh jutaan siswa penerima manfaat.

    Aksi spontan namun penuh makna ini dilakukan Presiden untuk memastikan bahwa tidak ada satupun mitra pelaksana—baik itu katering, koperasi, atau BUMDes—yang melakukan pengurangan porsi demi mengejar keuntungan pribadi.

    Demonstrasi Langsung: “Mana Ayamnya? Bawa Sini!”

    Di tengah rapat, Presiden Prabowo meminta para stafnya membawa sampel hidangan MBG ke atas panggung. Dengan lantang, ia memerintahkan perwakilan dari 10 mitra utama MBG untuk naik ke panggung dan berdiri di hadapannya.

    “Nah, masalah ayam. Bawa ke atas ayamnya. Mana ada ayam? Bawa sini. Taruh di depan situ. Saya minta perwakilan mitra, 10 orang naik ke sini. 10 orang. Berdiri di situ,” ujar Prabowo dengan nada tegas namun berwibawa.

    Para perwakilan mitra tampak antusias sekaligus sedikit cemas saat memenuhi panggilan Presiden. Mereka berdiri berjejer sambil menyaksikan langsung bagaimana Kepala Negara memeriksa kualitas dan kuantitas lauk pauk yang akan disajikan kepada anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

    Peringatan Keras: Jangan Pelit Pada Anak Sekolah

    Prabowo menekankan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menyajikan potongan ayam dengan ukuran yang layak, besar, dan cukup gizi bagi pertumbuhan anak usia sekolah. Ia menolak keras praktik pemotongan daging yang terlalu kecil atau tipis hanya untuk menekan biaya produksi.

    Dalam pernyataannya yang viral, Presiden menggunakan pendekatan moral dan religius untuk mengingatkan para pelaku usaha.

    “Saya ingatkan, jika ada mitra yang memotong 1 ekor ayam menjadi 14 potong, berarti orang itu berdosa,” tegas Prabowo.

    Pernyataan ini disambut hening sejenak oleh ratusan hadirin sebelum kemudian diikuti oleh tepuk tangan tanda persetujuan. Bagi Prabowo, MBG bukan sekadar proyek infrastruktur pangan, melainkan investasi moral bangsa. Mengurangi hak gizi anak sama dengan merampas masa depan negara.

    Standar Ketat & Pengawasan Berlapis

    Melalui demonstrasi ini, Pemerintah menetapkan standar teknis yang jelas:
    1.  Ukuran Porsi: Setiap siswa harus menerima minimal 1 potong ayam utuh (paha/dada) dengan berat sesuai standar gizi Kementerian Kesehatan.
    2.  Kualitas Bahan: Daging harus segar, bebas dari bahan pengawet berbahaya, dan dimasak dengan higienis.
    3.  Sanksi Tegas: Mitra yang terbukti curang dalam porsi atau kualitas akan dikenai sanksi pencabutan kontrak, denda administratif, hingga proses pidana jika terindikasi korupsi.

    Presiden juga menginstruksikan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan acak (random check) ke dapur-dapur SPPG di lapangan.

    "Jangan hanya lihat laporan di atas kertas. Lihat piring anak-anak di sekolah. Apakah isinya sesuai janji?" tanya Prabowo retorik.

    Respons Mitra & Harapan Publik

    Para perwakilan mitra yang hadir menyatakan komitmen untuk mematuhi arahan Presiden. Mereka berjanji akan menyesuaikan sistem produksi agar standar porsi "ayam layak" dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas.

    Bagi publik, langkah blusukan dan demonstratif Prabowo ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan baru serius dalam memberantas potensi kebocoran dan kecurangan di program strategis nasional. Setelah sebelumnya terjadi kontroversi korupsi di tubuh BGN yang melibatkan mantan pimpinan Dadan Hindayana, kehadiran Presiden secara langsung di lapangan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat.

    Program Makan Bergizi Gratis kini berada di persimpangan kritis: apakah akan menjadi warisan emas yang meningkatkan kualitas generasi muda, atau justru terjebak dalam skandal pengadaan seperti kasus-kasus sebelumnya? Dengan tegasnya Presiden Prabowo, jawaban sepertinya mengarah pada pengawasan ketat dan nol toleransi terhadap kecurangan.[]

    Sumber: Siaran Pers Istana Kepresidenan & Liputan Langsung Homepublik.id
    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
    Penulis: Wawa Redaksi Utama
    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +