• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Asap Tebal Kembali Menyelimuti Kubu Raya: Kebakaran Lahan di Sungai Asam Picu Kekhawatiran Warga.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-08-16T11:58:35Z

     

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Kebakaran Lahan di Sungai Asam Picu Kekhawatiran Warga


    “Ketika api membakar lahan gambut, ia tidak hanya menghancurkan vegetasi, tetapi juga membakar paru-paru kita bersama. Musim kemarau bukan alasan untuk lengah; ini adalah ujian ketahanan lingkungan kita.”  

    (Redaksi Homepublik.id)


    KUBU RAYA | 16 Agustus 2026 - Potret suram kembali terlihat di langit Kalimantan Barat. Pada Minggu sore (16/8/2026), wilayah Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dilanda kebakaran lahan yang cukup signifikan. Dari pantauan udara, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, menandakan adanya pembakaran material organik yang intensif di tengah hamparan lahan kering. Beberapa titik api masih terlihat menyala hingga malam hari, memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi penyebaran yang lebih luas.


    Kejadian ini menjadi sorotan tajam di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalbar. Kondisi cuaca yang panas dan kering, ditambah dengan tingginya kandungan bahan bakar kering di lahan-lahan tidur, menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap merambatnya api.


    Tren Karhutla yang Mengkhawatirkan di Kubu Raya


    Kebakaran di Sungai Asam bukanlah insiden tunggal. Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai titik di Kubu Raya mulai dari Parit Sembin, Teluk Dalam, hingga kawasan dekat SMAN 4 Sungai Raya telas berulang kali dilaporkan mengalami kebakaran. Data sementara menunjukkan bahwa puluhan hektare lahan, termasuk sebagian lahan gambut, telah hangus terbakar. 


    Asap tebal dari titik-titik ini sering kali terbawa angin hingga ke pusat kota Pontianak dan sekitarnya, menurunkan kualitas udara dan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di fasilitas kesehatan setempat.


    Respons Aparat dan Tantangan Pemadaman


    Tim gabungan dari BPBD Kubu Raya, Damkar, TNI, dan Polri telah dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, pemadaman di lahan gambut atau lahan dengan akses sulit membutuhkan strategi khusus, seperti pembuatan sekat bakar dan penyiraman intensif menggunakan pompa air portable. 


    Kepala BPBD Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar (slash and burn), mengingat sanksi hukum yang berat dan dampak lingkungan yang jangka panjang.

     "Kami terus melakukan patroli udara dan darat. Masyarakat diharapkan segera melapor jika melihat titik api baru sebelum membesar," ujarnya dalam keterangan resmi.


    Mencegah Lebih Baik daripada Memadamkan


    Kepada Pemprov Kalbar & Pemkab Kubu Raya: perketat pengawasan di daerah rawan karhutla. Libatkan masyarakat desa siaga api secara lebih aktif dengan insentif yang jelas. Jangan biarkan api menjadi 'tradisi' tahunan yang merugikan kesehatan publik. Kepada Warga: mari jaga lingkungan kita. Satu korek api yang ceroboh bisa menghancurkan ribuan hektare hutan dan mengganggu aktivitas jutaan orang.


    Karena sejatinya, udara bersih adalah hak asasi setiap warga. Mari bersama-sama memastikan bahwa musim kemarau tahun ini tidak lagi diwarnai oleh kabut asap yang menyesakkan napas. 🇮🇩


    Sumber: Laporan Warga Sungai Asam, Video Dokumentasi Udara (16/8/2026), Data Titik Panas BMKG & LAPAN, Pernyataan BPBD Kubu Raya, Analisis Homepublik.id

    Editor: Tim Redaksi Bencana & Lingkungan Hidup Homepublik.id

    Penulis: Achmad Efendi, Redaksi Lokal Kubu Raya

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +