• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Diplomasi Sanad: Gus Yahya Terima Kunjungan Ulama Yaman Syekh Yasir Al Adni, Tukar Ijazah & Perkuat Ahlussunnah wal Jama’ah.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-08-04T18:11:16Z

     

             Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    Gus Yahya Terima Kunjungan Ulama Yaman Syekh Yasir Al Adni, Tukar Ijazah & Perkuat Ahlussunnah wal Jama’ah


    “Pertemuan para ulama bukan sekadar silaturahmi, melainkan penyambungan rantai emas ilmu yang tak terputus dari masa ke masa. Ketika NU bertemu dengan ulama Yaman, itu adalah bukti bahwa Islam Nusantara memiliki akar yang dalam dan jaringan yang global.”  

    (Dr. H. Ginanjar Sya’ban, Wasekjend PBNU)


    JAKARTA | 5 Agustus 2026 - Suasana kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), di Menteng, Jakarta Pusat, terasa begitu khidmat pada Selasa (4/8/2026). Gus Yahya menerima kunjungan persahabatan dari seorang tokoh intelektual Muslim internasional, Syekh Yasir Al Adni, ulama pakar hadis sekaligus penasihat Menteri Agama Yaman.


    Pertemuan dua tokoh besar dari belahan dunia yang berbeda ini menjadi simbol kuatnya ikatan ukhuwah Islamiyah dan komitmen bersama dalam menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).


    Apresiasi Global terhadap Kiprah NU


    Dalam pertemuan tersebut, Syekh Yasir Al Adni menyampaikan apresiasi mendalam atas peran strategis NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia yang konsisten mengusung nilai-nilai moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan. 


    Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. H. Ginanjar Sya’ban (Ajengan Ginanjar), yang turut mendampingi Gus Yahya, menuturkan bahwa Syekh Yasir melihat NU sebagai benteng utama pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah arus radikalisme global.


    "Syekh Yasir menyampaikan harapan agar NU terus memperkuat kiprahnya sebagai rujukan umat Islam dunia dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai dan menyejukkan," ujar Ajengan Ginanjar.


    Hadiah Berharga: Syarah Kitab Pendiri NU


    Momen paling menyentuh dalam kunjungan ini adalah pertukaran hadiah yang sarat makna keilmuan. Syekh Yasir Al Adni mempersembahkan sebuah kitab karya tulisannya kepada Gus Yahya, yaitu **kitab syarah (penjelasan) atas *Risalah At-Tauhidiyah***.


    Yang membuat hadiah ini sangat spesial adalah karena Risalah At-Tauhidiyah merupakan karya monumental pendiri NU, Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari. Dengan memberikan syarah terhadap karya pendiri NU, Syekh Yasir secara tidak langsung menunjukkan penghormatan tinggi terhadap warisan intelektual Nahdlatul Ulama dan keinginan untuk mendalami pemikiran teologis KH. Hasyim Asy’ari lebih dalam.


    Penyambungan Rantai Emas: Tukar Ijazah Sanad


    Puncak dari pertemuan akademis ini adalah proses saling bertukar ijazah sanad keilmuan. Dalam tradisi ilmu Islam, sanad adalah rantai periwayatan ilmu yang menghubungkan seorang murid hingga kepada guru-guru terdahulu, bahkan hingga kepada Nabi Muhammad SAW.


    Pertukaran ijazah antara Gus Yahya dan Syekh Yasir menegaskan bahwa meskipun terpisah oleh geografi, keduanya berada dalam satu jalur keilmuan yang sama. Ini adalah bentuk legitimasi spiritual dan akademik yang memperkuat otoritas kedua tokoh dalam mengajarkan Islam yang autentik.


    Jembatan Ilmu dari Hadramaut ke Jombang


    Kunjungan Syekh Yasir Al Adni ke rumah Gus Yahya adalah pengingat bahwa Islam Indonesia, khususnya melalui NU, memiliki koneksi historis yang kuat dengan pusat-pusat keilmuan di Timur Tengah, termasuk Yaman. Pertukaran sanad dan kajian kitab klasik adalah cara terbaik untuk melawan narasi kebencian dengan narasi kebijaksanaan.


    Kepada Para Santri: pelajari sanad kalian, karena di situlah letak kemurnian ilmu. Kepada Umat Islam: dukung diplomasi lunak para ulama yang menyatukan, bukan memecah belah. Karena sejatinya, kekuatan umat tidak diukur dari seberapa keras teriakan mereka, tetapi dari seberapa kuat sambungan ilmu dan kasih sayang di antara para pemimpinnya.[]


    Sumber: Siaran Pers PBNU, Keterangan Wasekjend PBNU Dr. H. Ginanjar Sya’ban, Dokumentasi Pertemuan di Kediaman Gus Yahya, & Analisis Jaringan Ulama Internasional Homepublik.id

    Editor: Tim Redaksi Keagamaan Homepublik.id

    Penulis: Muhammad Kholil 

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +