Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Dari Gedung Sederhana MI Hidayatussibyan, Siswi Cici Pratiwi Tembus Juara III Sains Tingkat Provinsi
“Gedung boleh sederhana. Fasilitas boleh terbatas. Tetapi mimpi dan prestasi tidak boleh dibatasi. Kami mungkin tidak memiliki laboratorium megah, tetapi kami memiliki guru yang tekun dan siswa yang haus akan ilmu.”
(Nurjali, S.Pd.I., Ketua Yayasan MI Hidayatussibyan)
KUBU RAYA | 10 Agustus 2026 - Di balik deretan rumah sederhana di Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, berdiri sebuah madrasah yang menyimpan cerita luar biasa. MI Hidayatussibyan, yang didirikan oleh KH. Abd. Hakim pada tahun 1979, kembali membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari ketekunan hati dan kekuatan semangat.
Madrasah yang sering dijuluki sebagai "Sekolah Laskar Pelangi" versi Kubu Raya ini kembali menjadi sorotan publik. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang mencolok, para siswanya mampu bersaing dan meraih prestasi gemilang di ajang kompetisi sains tingkat kabupaten hingga provinsi. Fakta ini mematahkan stigma bahwa sekolah dengan fasilitas minim tidak mampu melahirkan juara.
Jejak Prestasi: Dari Kabupaten ke Panggung Provinsi
Kisah sukses ini bermula dari kompetisi sains terintegrasi tingkat Kabupaten Kubu Raya pada Juli 2023. Dua siswi berbakat, Cici Pratiwi dan Syahro, berhasil mengukir nama dengan meraih Juara I Matematika Terintegrasi dan Juara IPA Terintegrasi. Prestasi tersebut bahkan diapresiasi langsung melalui piagam penghargaan dari Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI.
Namun, ambisi mereka tidak berhenti di sana. Cici Pratiwi kembali membuat kejutan dengan melaju ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam ajang bergengsi tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Cici berhasil membawa pulang gelar Juara III Sains Matematika. Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan bukti nyata bahwa anak-anak dari latar belakang ekonomi sederhana pun berhak berdiri sejajar dengan peers mereka dari sekolah favorit di kota.
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Guru Sarwono
Di balik piala dan piagam tersebut, ada sosok kunci yang tak lelah membimbing: Sarwono, S.Pd.I., guru pembimbing yang dinilai sangat telaten, sabar, dan konsisten. Ketua Yayasan MI Hidayatussibyan, Nurjali, S.Pd.I., menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang pendampingan intensif di tengah keterbatasan alat peraga.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sarwono. Walaupun kondisi sekolah kami mirip film 'Laskar Pelangi', semangat kami tidak pernah padam untuk mencetak generasi berprestasi," ujar Nurjali dengan bangga. Dedikasi guru seperti Sarwono menjadi tulang punggung utama yang menopang harapan ratusan siswa di madrasah tersebut.
Harapan di Balik Kebanggaan: Jangan Hanya Lihat Piala, Lihat Juga Atapnya
Meski bangga dengan prestasi siswanya, Yayasan MI Hidayatussibyan tidak menutup mata terhadap realitas fisik madrasah yang kian tua dan terbatas. Nurjali menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah daerah maupun pusat: jangan hanya datang saat ada prestasi untuk difoto bersama, tetapi juga hadir saat atap bocor atau kursi rusak perlu diperbaiki.
"Kami hanya berharap agar sekolah kami lebih diperhatikan. Kami memang memiliki gedung yang sederhana, tetapi kami memiliki semangat besar. Dukungan fasilitas akan sangat membantu kami menjaga konsistensi prestasi ini," harap Nurjali.
Peningkatan fasilitas pendidikan, baik melalui dana BOS, bantuan daerah, atau CSR perusahaan, dianggap krusial untuk memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak lagi menjadi hambatan psikologis bagi siswa dan guru dalam berkarya.
Pendidikan Adalah Soal Hati, Bukan Beton
Kepada Pemerintah Kubu Raya & Pemprov Kalbar: jadikan MI Hidayatussibyan sebagai prioritas revitalisasi. Berikan mereka akses yang setara terhadap teknologi dan sarana pembelajaran modern. Kepada Masyarakat: dukunglah madrasah-madrasah kecil di sekitar Anda. Karena sejatinya, investasi terbesar sebuah bangsa bukan pada gedung pencakar langit, melainkan pada kemampuan seorang guru di ruang kelas sederhana untuk menyalakan api pengetahuan di mata murid-muridnya.
Selamat untuk Cici Pratiwi, Sarwono, dan seluruh keluarga besar MI Hidayatussibyan. Kalian adalah bukti bahwa keterbatasan hanyalah tantangan, bukan akhir dari segalanya. 🎓✨📚🇮🇩
Sumber: Wawancara Eksklusif dengan Nurjali, S.Pd.I. (Ketua Yayasan), Dokumentasi Prestasi Siswa MI Hidayatussibyan, Arsip Berita Pendidikan Kubu Raya, Data Kemenag RI tentang Madrasah Berprestasi, & Analisis Disparitas Fasilitas Pendidikan Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Pendidikan & Inspirasi Daerah Homepublik.id
Penulis: Jalie, Redaksi Lokal Kubu Raya
Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

