Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Ketua DAD Mempawah Adrianus Puji Kolaborasi Lintas Elemen dalam Aksi Bakti Negeri di Sungai Pinyuh
“Gotong royong tidak mengenal sekat organisasi atau latar belakang. Ketika kita menyapu debu bersama dan mengecat pagar demi keindahan negeri, saat itulah kita membuktikan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata.”
(Adrianus, S.Pd., M.Pd., Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah)
MEMPAWAH | 14 Agustus 2026 - Semangat persatuan kembali ditunjukkan melalui aksi konkret di tengah masyarakat. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif DAD dalam kegiatan “Kerja Bakti Bersama untuk Negeri” yang diinisiasi oleh DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung di Terminal Bus Sungai Pinyuh pada Jumat pagi (14/8/2026) ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lingkungan dapat menjadi jembatan perekat sosial yang kuat.
Adrianus menilai, partisipasi berbagai unsur—mulai dari tokoh adat, organisasi keagamaan, aparat keamanan, hingga pemuda dan mahasiswa—dalam satu aktivitas fisik menunjukkan kematangan sosial masyarakat Mempawah. Ia menekankan bahwa momen menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini harus diisi dengan hal-hal yang substansial dan bermanfaat bagi publik, bukan hanya seremonial belaka.
Persahabatan Personal, Dampak Kolektif
Salah satu kunci suksesnya kolaborasi ini adalah hubungan personal yang hangat antara pimpinan kedua organisasi. Adrianus secara khusus menyoroti kedekatan dan komunikasi intensif yang terjalin dengan Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto.
"Hubungan saya dengan Pak Susanto cukup baik dan dekat. Kami terus menjaga komunikasi. Saya berharap hubungan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih luas untuk kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat," ujar Adrianus.Sinergi kepemimpinan ini kemudian diterjemahkan menjadi aksi massal yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih: Merawat Martabat Bangsa
Bagi Adrianus, aksi membersihkan terminal, mengecat fasilitas umum, dan memasang bendera Merah Putih memiliki makna filosofis yang dalam. Itu adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan melalui keringat dan kerja sama.
"Memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan seremonial. Kita juga harus mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat, membangun kebersamaan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan," tegasnya.
Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat hari ini tidak luntur setelah acara selesai, melainkan menjadi budaya sehari-hari warga Sungai Pinyuh dan sekitarnya.
Ketika Adat dan Agama Berjalan Beriringan
Kepada Tokoh Masyarakat & Organisasi: jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemisah. Kolaborasi seperti antara DAD dan LDII ini adalah contoh indah bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai religius dapat bersinergi demi kemaslahatan umat. Kepada Pemerintah Daerah: fasilitasi ruang-ruang dialog dan aksi bersama seperti ini. Masyarakat yang solid adalah aset terbesar stabilitas daerah.
Karena sejatinya, Indonesia yang kuat dibangun dari jutaan tangan kecil yang saling bergandengan, tanpa memandang siapa di sebelahnya. Terima kasih kepada LDII Kalbar yang telah membuka ruang inklusif, dan terima kasih kepada DAD Mempawah yang responsif. Mari terus rawat persaudaraan, rawat negeri. 🤝🇮🇩
Sumber: Pernyataan Resmi Adrianus, S.Pd., M.Pd. (Ketua DAD Mempawah), Laporan Kegiatan DPW LDII Kalbar, Dokumentasi Forkopimcam Sungai Pinyuh, Arsip Berita Lokal Mempawah, & Analisis Kohesi Sosial Homepublik.id
Editor: Tim Redaksi Sosial & Budaya Homepublik.id
Penulis: Ima Muslim, Redaksi Lokal Mempawah
Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

