Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
JEDDAH, ARAB SAUDI 15 Mei 2026 – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Muhammad Erlita Junaidi, di Paviliun Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat.
Erlita, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 47 tahun yang merupakan penyandang disabilitas, menjadi sorotan positif lantaran semangatnya yang tinggi serta apresiasi tulusnya terhadap fasilitas dan layanan khusus yang diterimanya selama proses perjalanan haji.
Pelayanan Inklusif yang Mengesankan
Dalam keterangannya sesaat setelah tiba, Erlita menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta pihak terkait di Indonesia yang telah memfasilitasi kebutuhan khususnya. Ia menilai bahwa aksesibilitas bagi jemaah berkebutuhan khusus di Arab Saudi telah mengalami peningkatan signifikan.
Pelayanan Petugas Ramah Lansia dan Disabilitas
Homepublik.id|Media Nasional Terdepan"Alhamdulillah, pelayanannya sangat luar biasa. Dari mulai embarkasi di Tanah Air hingga tiba di Jeddah, saya merasa dipermudah. Petugas sangat sigap membantu kursi roda dan memastikan saya tidak tertinggal atau kesulitan. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap hak beribadah setiap warganya, tanpa terkecuali," ujar Erlita dengan wajah berseri.
Bagi Erlita, kehadiran fasilitas seperti jalur prioritas (priority lane), pendampingan petugas khusus, dan transportasi yang ramah disabilitas bukan sekadar kemudahan logistik, melainkan sebuah penghormatan terhadap martabatnya sebagai hamba Allah yang ingin menunaikan rukun Islam kelima.
Inspirasi Bagi Jemaah Lain
Kedatangan Erlita juga menjadi inspirasi bagi ratusan jemaah lainnya yang berada di sekitar paviliun. Banyak jemaah yang memberikan semangat dan doa, mengakui bahwa keteguhan hati Erlita untuk tetap berhaji meski memiliki keterbatasan fisik adalah contoh keimanan yang kuat.
"Pak Erlita membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk bertemu Baitullah. Semangat beliau menular kepada kami semua," kata salah satu jemaah pendamping dari kloter Aceh.
Komitmen Pelayanan Haji Ramah Disabilitas
Keberhasilan penanganan jemaah seperti Erlita ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terus memperkuat kerja sama untuk mewujudkan "Haji Ramah Disabilitas", termasuk penyediaan alat bantu, pelatihan khusus bagi mutawwif (pembimbing jemaah), dan infrastruktur bandara yang aksesibel.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri, dalam pernyataannya sebelumnya, menegaskan bahwa tidak ada jemaah yang boleh tertinggal.
"Prinsip kita adalah no one left behind. Setiap jemaah, apapun kondisinya, berhak mendapatkan pelayanan terbaik dan kenyamanan selama menunaikan ibadah haji," tegasnya.
Dengan tiba selamat di Jeddah, Muhammad Erlita Junaidi kini bersiap melanjutkan rangkaian ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah. Doa dan harapan terbaik mengalir deras dari tanah air, semoga ibadahnya diterima dan menjadi haji yang mabrur.[]
Sumber: Tim Media Center Haji Indonesia (MCH)
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Redaksus Haji
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

