Tangki Biru Bukan Milik Kami
“Mobil tangki biru dalam video tersebut bukan transportir Pertamina, tidak terdaftar sebagai agen, maupun mitra distribusi kami. Ini adalah kendaraan liar.”
(Widhi Tri Adhi Hidayat, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalbar)
PONTIANAK, KALBAR | 25 Mei 2026 – PT Pertamina Patra Niaga melalui Kantor Wilayah Kalimantan Barat akhirnya memberikan klarifikasi resmi menyusul hebohnya video viral yang menampilkan dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah tersebut. Video tersebut memperlihatkan aktivitas mencurigakan melibatkan dua jenis mobil tangki: satu berwarna biru polos dan satu lagi berwarna merah-putih bertuliskan PT Elnusa Petrofin.
Dalam keterangan persnya, Senin (25/5/2026), Widhi Tri Adhi Hidayat, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, menegaskan bahwa mobil tangki berwarna biru yang terlihat dalam video bukanlah bagian dari rantai pasok resmi Pertamina.
“Untuk mobil tangki biru di video tersebut, kami pastikan itu bukan transportir Pertamina, serta tidak terdaftar sebagai agen maupun mitra transportasi resmi di sistem kami,” ujar Widhi.
Klarifikasi ini penting untuk meluruskan persepsi publik yang mungkin menganggap seluruh kendaraan dalam video tersebut mewakili Pertamina. Pihaknya menegaskan bahwa kendaraan biru tersebut merupakan pelaku ilegal yang memanfaatkan celah distribusi.
Transportir Resmi Elnusa Merah-Putih Jadi Sorotan
Sementara itu, perhatian justru tertuju pada mobil tangki kedua yang berwarna merah-putih dengan identitas PT Elnusa Petrofin—anak usaha Pertamina yang memang bertugas mendistribusikan BBM subsidi. Widhi mengakui bahwa kendaraan ini adalah transportir resmi Pertamina.
Namun, keberadaan mobil resmi ini di lokasi yang sama dengan tangki ilegal memicu pertanyaan besar. Apakah ada kolusi? Ataukah sopirnya terlibat dalam praktik "cuci stok" atau penjualan gelap?
“Yang Elnusa merah-putih, itu memang transportir resmi Pertamina untuk BBM subsidi. Namun, saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir yang membawa mobil tangki tersebut,” jelas Widhi.
Pertamina menegaskan bahwa jika ditemukan keterlibatan sopir atau oknum dalam penyaluran BBM subsidi ke tangan yang tidak berhak (seperti dijual ke tangki biru ilegal), maka sanksi tegas akan dijatuhkan.
Investigasi Berlanjut: Ancaman Sanksi Tegas
Pertamina Patra Niaga Kalbar menyatakan bahwa proses investigasi masih terus berjalan. Tim internal bersama pihak berwenang sedang mengumpulkan data lapangan, termasuk pelacakan rute, manifest pengiriman, dan saksi mata untuk memastikan apakah terjadi kebocoran subsidi.
“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran. Jika terbukti ada transportir resmi atau agen yang bermain curang, kami akan berikan sanksi tegas, mulai dari pemutusan kontrak hingga laporan pidana,” tegas Widhi.
Langkah ini diambil untuk menjaga integritas distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak, serta mencegah kerugian negara akibat praktik mafia BBM.
Reaksi Publik: Tuntut Transparansi Hasil Investigasi
Masyarakat Kalimantan Barat menyambut baik klarifikasi ini, namun tetap menuntut transparansi penuh atas hasil investigasi. Publik ingin tahu apakah mobil tangki biru tersebut benar-benar beroperasi secara mandiri, atau ada "backing" dari dalam struktur distribusi resmi.
“Jangan hanya sopir yang disalahkan. Cek juga apakah ada oknum di depot atau agen yang memfasilitasi pertemuan antara tangki resmi dan tangki ilegal ini,” ujar Badrut Ketua Lidik Krimsus RI Kalbar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum merilis perkembangan kasus secara detail. Namun, tekanan publik semakin besar agar Pertamina dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas jaringan distribusi BBM ilegal di Kalbar.[]
Sumber: Klarifikasi Resmi Pertamina Patra Niaga Kalbar
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Wawa
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

