• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Sinergi Akademisi dan Desa: 40 Mahasiswa IAIN Pontianak Resmi Mengabdi di Mendalok, Fokus pada Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-07-31T11:10:21Z

     

       Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Sinergi Akademisi dan Desa: 40 Mahasiswa IAIN Pontianak Resmi Mengabdi di Mendalok, Fokus pada Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal


    “Kuliah Kerja Lapangan bukan sekadar tugas akhir, melainkan jembatan emas antara teori di bangku kuliah dan realitas di tengah masyarakat. Di sinilah ilmu diuji, karakter ditempa, dan kontribusi nyata dimulai.”  

    (Rina Mandara Harahap, S.E., M.M., Dosen Pembimbing Lapangan IAIN Pontianak)


    MEMPAWAH | 31 Juli 2026 - Suasana khidmat menyelimuti Aula Balai Desa Mendalok pada Rabu (22/7/2026) pagi. Sebanyak 40 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, yang terbagi dalam Kelompok Desa Mendalok 1 dan 2, secara resmi melaksanakan prosesi pembukaan dan penyerahan diri kepada Pemerintah Desa Mendalok Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah.


    Kehadiran para mahasiswa ini disambut hangat oleh Kepala Desa Mendalok, Mardianto, jajaran perangkat desa, serta dua dosen pembimbing lapangan, Rina Mandara Harahap, S.E., M.M. dan Martin, S.Sos., M.A.P. Momen ini menandai dimulainya pengabdian langsung mahasiswa terhadap pembangunan desa berbasis potensi lokal dan nilai-nilai keislaman.


    Amanat Kepala Desa: Jaga Nama Baik Almamater, Patuhi Adat Istiadat


    Dalam sambutannya, Kepala Desa Mendalok, Mardianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan IAIN Pontianak memilih desanya sebagai lokasi KKL. Ia berpesan agar para mahasiswa tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa etika dan adab yang baik saat berinteraksi dengan warga.


    "Seluruh mahasiswa diharapkan patuh kepada seluruh tata tertib yang sudah diberikan. Jagalah nama baik almamater kalian dan hormati adat istiadat masyarakat setempat. Kami siap membimbing kalian selama berada di sini," ujar Mardianto dengan tegas namun penuh kehangatan.


    Komitmen Dosen: Sinergi untuk Program yang Tepat Sasaran


    Dosen Pembimbing Lapangan, Rina Mandara Harahap, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi erat antara mahasiswa dan pemerintah desa. Ia berharap arahan dari kepala desa dapat menjadi kompas bagi mahasiswa dalam merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan mendesak warga.


    "Terima kasih kepada pihak Desa Mendalok yang telah menerima mahasiswa kami. Kami memohon bimbingan Bapak Kepala Desa agar dapat membantu mahasiswa kami selama kegiatan KKL berlangsung, sehingga program yang dijalankan benar-benar bermanfaat," ungkapnya.


    Sementara itu, rekan sejawatnya, Martin, S.Sos., M.A.P., menambahkan bahwa keberhasilan KKL sangat bergantung pada sinergisitas. "Ketika ingin merangkul mahasiswa, silakan pihak desa memberikan saran agar sinergisitas dapat tercapai. Jangan ragu untuk mengarahkan mereka sesuai dengan prioritas pembangunan desa," tuturnya.


    Prosesi Penyerahan: Tanda Dimulainya Pengabdian Nyata


    Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan mahasiswa dari dosen pembimbing kepada Pemerintah Desa Mendalok. Momen ini menjadi simbol transfer tanggung jawab akademik menjadi tanggung jawab sosial. Para ketua kelompok KKL kemudian menyampaikan komitmen mereka untuk menjalankan berbagai program kerja, mulai dari pendampingan administrasi desa, edukasi keagamaan, hingga pengembangan UMKM lokal.


    Hadir pula dalam kegiatan ini panitia pendamping, Surayya Safira Milania, S.Kom., serta seluruh staf Kantor Desa Mendalok yang akan berkolaborasi langsung dengan mahasiswa selama periode pengabdian.


    Dari Kampus ke Desa, Membawa Cahaya Perubahan


    KKL di Desa Mendalok adalah bukti bahwa perguruan tinggi agama tidak hanya mencetak sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial. Melalui tangan-tangan muda ini, diharapkan terjadi akselerasi pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.


    Kepada para mahasiswa: jadikan setiap hari di Mendalok sebagai laboratorium kehidupan. Kepada warga desa: sambutlah mereka sebagai mitra pembangunan. Karena sejatinya, kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari seberapa kuat ikatan pengetahuan dan pengalaman yang terjalin antara generasi muda dan masyarakatnya.[]


    Sumber: Laporan Kegiatan KKL IAIN Pontianak, Sambutan Kades Mendalok Mardianto, Pernyataan Dosen Pembimbing Rina Mandara & Martin, Dokumentasi Homepublik.id

    Editor: Tim Redaksi Pendidikan & Pengabdian Masyarakat Homepublik.id

    Penulis: Khoiri Hamka (Kontributor Lokal Kalbar)

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +