Hotman Paris Geram Kinerja Menteri HAM Natalius Pigai
“Jangan pakai uang rakyat untuk membiayai menteri dengan kualitas seperti itu. Kalau tahu diri, mundur saja!”
(Hotman Paris Hutapea)
JAKARTA | 27 Mei 2026 - Gelombang kritik terhadap kinerja kabinet pemerintahan kian meninggi. Kali ini, sorotan tajam datang dari pengacara kondang sekaligus tokoh hukum, Hotman Paris Hutapea, yang secara terbuka mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk segera mencopot Natalius Pigai dari jabatannya sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM).
Hotman menyatakan rasa muak dan kekecewaan mendalam terhadap apa yang ia nilai sebagai performa kerja yang tidak bermutu dari Menham Natalius Pigai. Bagi Hotman, keberadaan menteri yang dianggap "nol prestasi" namun tetap menikmati fasilitas negara adalah bentuk penghinaan terhadap wajib pajak.
“Uang Pajak Kami Bukan Untuk Gaji Menteri Tanpa Karya”
Dalam pernyataannya yang vokal, Hotman menegaskan posisinya sebagai salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Ia merasa tidak rela jika keringat dan hasil usahanya justru digunakan untuk mendanai kementerian yang, menurutnya, tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai salah seorang pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat untuk membiayai menteri dengan kualitas seperti itu,” tegas Hotman dengan nada geram.
Ia menambahkan bahwa anggaran negara seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat yang lebih mendesak, seperti kesehatan, pendidikan, atau subsidi pangan, bukan untuk mempertahankan posisi pejabat yang dianggap tidak kompeten.
Tuduhan Boros Anggaran & Nol Prestasi
Hotman juga menyoroti pola permintaan anggaran yang terus membengkak dari Kementerian HAM di bawah kepemimpinan Natalius Pigai. Menurutnya, sejak awal menjabat, sang menteri kerap meminta alokasi dana besar-besaran tanpa diiringi dengan capaian kinerja yang sepadan.
“Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Ngapain kayak begitu kualitas menteri dipelihara? Dari awal minta anggaran gede, anggaran gede, anggaran gede,” kritiknya pedas.
Bagi Hotman, ketiadaan terobosan signifikan dalam penanganan kasus-kasus HAM berat, perlindungan kelompok rentan, serta reformasi birokrasi di tubuh Kemenham menjadi bukti ketidakmampuan Natalius Pigai dalam memimpin.
Desakan Agar "Tahu Diri" dan Mundur
Menutup kritiknya, Hotman menyerukan agar Natalius Pigai menunjukkan integritas moral dengan mengundurkan diri secara sukarela jika memang merasa tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Kalau Pak Menteri tahu diri dong, kau mundur deh. Enggak ada prestasimu, mundur kau!” seru Hotman.
Pernyataan keras ini tentu akan menambah tekanan politik bagi Istana Kepresidenan. Di tengah narasi efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang digaungkan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran, keberadaan menteri yang dikritik habis-habisan oleh figur sekelas Hotman Paris bisa menjadi batu sandungan dalam citra kabinet.
Hingga berita ini diturunkan, Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian HAM belum memberikan tanggapan resmi atas desakan pencopotan yang dilayangkan oleh Hotman Paris Hutapea. Publik kini menunggu apakah Presiden Prabowo akan merespons kritik ini dengan evaluasi kinerja menteri, atau menganggapnya sebagai sekadar opini pribadi yang vokal.[]
Sumber: Pernyataan Hotman Paris Hutapea
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Wawa
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

