Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
JAKARTA, 13 Mei 2026 – Jurnalis senior Lukas Luwarso menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebaiknya segera mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya cara efektif untuk meredam polemik yang kian memanas pasca-viralnya video Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang menyoroti dugaan skandal moral di lingkaran Istana.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Lukas dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, pada Senin (11/5/2026). Ia merespons video Amien Rais berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”, yang berisi tudingan mengenai hubungan tidak lazim antara Presiden Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya, serta kritik atas sikap Teddy yang dinilai kerap melampaui kewenangannya.
"Satu-satunya Cara yang Benar"
Menurut Lukas, dalam struktur pemerintahan demokratis, isu kontroversial yang melibatkan pejabat tinggi negara harus ditangani dengan cepat agar tidak mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Kalau dalam struktur pemerintahan yang demokratis, dengan isu yang begini kontroversial, Teddy harus mengundurkan diri, itu satu-satunya cara yang benar menurut saya,” ujar Lukas.
Ia menekankan bahwa baik Presiden Prabowo maupun Teddy sendiri perlu menjaga kestabilan kabinet. Relasi personal yang menjadi sorotan publik, jika dibiarkan berlarut-larut, berpotensi berkembang menjadi krisis politik yang lebih besar dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.
Kritik Terhadap Dinamika Pemerintahan Baru
Lukas juga menyoroti fenomena politik terkini di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan keheranannya melihat banyaknya polemik yang muncul meski pemerintahan baru berjalan dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya heran melihat pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilainya terkesan tidak terkontrol. Mengapa pemerintahan baru berjalan relatif singkat namun sudah menghadapi berbagai polemik?” tanya Lukas retoris.
Ia menambahkan bahwa situasi politik dan ekonomi saat ini membuat masyarakat semakin sensitif. Dalam kondisi demikian, kontroversi sekecil apa pun memiliki potensi untuk membesar dan memicu ketidakpuasan publik yang berkepanjangan.
Respons Istana dan Tindakan Komdigi
Sebelumnya, tudingan Amien Rais telah mendapat tanggapan keras dari Kepala Staf Kepresidenan (Kaspres), Dudung Abdurachman. Dudung menyebut pernyataan Amien Rais sebagai fitnah dan provokasi yang tidak berdasar serta tidak memiliki bukti kuat.
Hingga berita ini diturunkan, Teddy Indra Wijaya belum memberikan tanggapan resmi secara langsung terkait isu tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengambil langkah tegas dengan melakukan takedown atau pemblokiran terhadap video Amien Rais tersebut di berbagai platform media sosial. Langkah ini diambil dengan alasan pencegahan penyebaran konten yang dianggap dapat memicu keresahan publik dan melanggar ketentuan undang-undang informasi elektronik.
Meski video tersebut telah diblokir, gaung polemiknya terus bergulir di ruang diskusi publik, menuntut kejelasan dan transparansi dari pihak istana untuk menutup spekulasi yang beredar.
Sumber: Kanal SPEAK UP
Editor: Tim Redaksi Politik Homepublik.id
Penulis: Anisa
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

