• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Pelopor Digitalisasi di Lombok Tengah, Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan Terapkan Absensi Santri Real-Time, Wali Santri Bisa Pantau Langsung

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-12T16:15:50Z

     

            Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    LOMBOK TENGAH, 12 Mei 2026 – Di tengah derasnya arus transformasi digital, Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul ‘Ulum Mentokan, yang berlokasi di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tampil sebagai pionir dalam modernisasi manajemen pendidikan pesantren. Melalui penerapan sistem absensi digital terintegrasi, pesantren ini berhasil menjembatani kesenjangan informasi antara pengelola lembaga dan wali santri, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.


    Inovasi ini menjadikan Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan sebagai satu-satunya madrasah di wilayah Kecamatan Praya Barat Daya yang telah sepenuhnya mengadopsi teknologi pencatatan kehadiran santri secara real-time. Langkah progresif ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk orang tua santri dan pengamat pendidikan lokal.


    Transparansi Membangun Kepercayaan


    Sistem absensi digital yang diterapkan tidak hanya sekadar mencatat kehadiran, tetapi juga terintegrasi dengan fitur notifikasi otomatis kepada wali santri. Setiap kali santri melakukan absen masuk atau pulang, data tersebut langsung terkirim ke perangkat genggam orang tua.


    "Orang tua tidak lagi perlu menunggu laporan bulanan atau harus datang jauh-jauh ke pesantren hanya untuk menanyakan kabar kehadiran anak. Dengan sistem ini, kepercayaan (trust) antara wali santri dan pihak pesantren terbangun lebih kuat karena adanya keterbukaan data," ujar Mujib Al-Makky, dalam menyoroti dampak positif inovasi ini.


    Bagi para wali santri, terutama mereka yang tinggal jauh atau memiliki kesibukan tinggi, fitur ini memberikan ketenangan pikiran. Mereka dapat memantau disiplin dan konsistensi belajar anaknya tanpa mengganggu aktivitas harian santri di dalam pondok.


    Transformasi Paradigma: Teknologi Bukan Ancaman, Melainkan Alat Bantu


    Keberhasilan Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan membuktikan bahwa adopsi teknologi tidak serta-merta menggerus nilai-nilai tradisional dan keislaman yang menjadi ciri khas pesantren. Sebaliknya, teknologi diposisikan sebagai alat pendukung (supporting tool) untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan efisiensi administrasi.


    "Pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitasnya sebagai benteng pembinaan akhlak dan keilmuan. Ini adalah perubahan paradigma yang penting: teknologi digunakan untuk melayani manusia, bukan menggantikan peran pendidik," tambah Mujib Al Makky salah satu Asatidz Pesantren tersebut.


    Dengan demikian, pesantren tetap mempertahankan suasana religius dan kekeluargaan, namun dengan standar manajemen yang lebih modern dan profesional.


    Tantangan dan Harapan Ke Depan


    Meski menuai pujian, implementasi sistem digital ini tentu tidak lepas dari tantangan. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola, stabilitas infrastruktur jaringan internet di daerah pedesaan, serta tingkat literasi digital di kalangan wali santri menjadi faktor krusial yang harus terus diperhatikan.


    Tanpa pendampingan dan sosialisasi yang matang, teknologi berpotensi menciptakan kesenjangan baru, di mana sebagian wali santri mungkin kesulitan mengakses informasi akibat keterbatasan gawai atau pemahaman teknis. Oleh karena itu, Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan diharapkan terus melakukan pelatihan berkala bagi staf dan edukasi bagi wali santri.


    Inspirasi Bagi Lembaga Pendidikan Lain


    Langkah berani yang diambil oleh Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan diharapkan dapat menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Lombok Tengah maupun di tingkat nasional. Inovasi ini menunjukkan bahwa pesantren tidak harus ketinggalan zaman, melainkan bisa menjadi pelopor adaptasi teknologi yang berkeadilan.


    Absensi digital bukan sekadar alat administratif, melainkan simbol komitmen terhadap keterbukaan, efisiensi, dan modernisasi pendidikan yang berorientasi pada kepentingan santri dan orang tua. Dengan adanya contoh nyata ini, dunia pendidikan Islam di Indonesia semakin diyakini mampu berinovasi di era digital tanpa kehilangan jati diri.


     

    Sumber: Ponpes Riyadlul ‘Ulum Mentokan

    Editor: Tim Redaksi Pendidikan Homepublik.id

    Penulis: Mujib Al Makky Kabiro Lombok Tengah 

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan


    Tagar: #PesantrenDigital #LombokTengah #RiyadlulUlumMentokan #InovasiPendidikan #AbsensiSantri #TransformasiDigital #PrayaBaratDaya #HomepublikID

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +