• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Skandal 'Pasar Gelap' Retur COD di Jepara & Pekalongan Terkuak! UMKM Rugi Puluhan Juta, Oknum Ekspedisi Diduga Jual Balik Paket 'Hilang'

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-11T14:26:33Z

     

          Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    JEPARA/PEKALONGAN, 11 Mei 2026  – Jagat perdagangan daring (e-commerce) tanah air kembali dihebohkan dengan terkuaknya dugaan praktik kecurangan sistematis yang melibatkan oknum dalam rantai logistik ekspedisi. Video viral yang beredar di media sosial sejak 06 Mei yang lalu, mengungkap tumpukan paket berstatus Retur atau Gagal Kirim dari sistem Cash on Delivery (COD) justru diperdagangkan secara bebas di wilayah perbatasan Kabupaten Jepara (khususnya Kecamatan Bangsri dan Krasak) serta Pekalongan.


    Praktik ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan indikasi kuat adanya "pasar gelap" di mana barang-barang yang seharusnya dikembalikan ke penjual (seller) justru dijual murah oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi.


    Modus Operandi: Dari Gudang ke Lapak Dadakan


    Berdasarkan penelusuran lapangan dan analisis video viral tersebut, modus kerjanya terlihat cukup rapi. Paket-paket yang secara sistem tercatat sebagai "Dalam Proses Retur" atau "Hilang" selama berbulan-bulan, ternyata fisiknya berada di tangan oknum. Barang-barang tersebut kemudian dipilah dan dijual kembali dengan harga jauh di bawah harga pasar, seringkali tanpa kemasan asli atau label pengiriman yang sudah dilepas.


    Lokasi yang disebut-sebut menjadi titik panas adalah area di sekitar Bangsri, Jepara, dan beberapa titik di Pekalongan. Para pelaku diduga memanfaatkan celah dalam Standard Operating Procedure (SOP) penanganan barang gagal kirim, di mana pengawasan terhadap arus balik paket retur dinilai masih longgar.


    Jeritan Pilu UMKM: "Rugi Total, Dizalimi Sistem"


    "Sebagai insan pers, kami sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

    Banyak pelaku UMKM mengalami kerugian akibat kecurangan ini". Ujar Kabiro Jateng.


    Dampak paling parah dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan online shop. Bagi mereka, fitur COD adalah pedang bermata dua; satu sisi meningkatkan konversi penjualan, sisi lain membuka celah kerugian besar jika sistem retur tidak berjalan jujur.


    Sumber: Kabiro Jateng 

    Editor: Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Arka

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +