Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
Latihan Bersama TNI AL Sambut Kapal Selam Pakistan PNS Hangor di Laut Jawa
JAKARTA | 26 Mei 2026 – Laut Jawa berubah menjadi arena uji ketangguhan tempur pada Jumat (22/5/2026), ketika TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan dua kapal perang berkemampuan jelajah tinggi, KRI Bung Karno-369 dan KRI Wiratno-379, dalam manuver puncak latihan bersama bertajuk “Teman E Bahr” dengan Angkatan Laut Pakistan.
Langkah taktis ini diambil sebagai respons langsung terhadap deteksi kehadiran PNS Hangor, kapal selam kelas Agosta 90B milik Pakistan yang dilengkapi torpedo berat, saat mengarungi perairan strategis dekat Jakarta. Kehadiran "siluman" bawah laut tersebut langsung disambut oleh unsur pemukul garis depan TNI AL, menandai eskalasi realistis dalam skenario latihan pertahanan maritim.
Skenario Realistis: Buru Kapal Selam Musuh
Dalam latihan ini, TNI AL tidak hanya mengandalkan kekuatan permukaan. Satu unit helikopter anti-kapal selam Panther HS-1311 turut diterjunkan ke udara untuk melakukan patroli dan pengawalan dari langit Jakarta. Kombinasi kekuatan laut dan udara ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi perang nyata, di mana ancaman kapal selam musuh harus dideteksi, dilacak, dan dinetralisir secepat mungkin.
KRI Bung Karno-369 (kapal korvet kelas Bung Karno) dan KRI Wiratno-379 (kapal cepat rudal atau patroli cepat, tergantung klasifikasi terkini) dipilih karena kelincahan dan sistem sensor canggih mereka. Keduanya bertugas membentuk "perisai" dan "tombak" untuk menghadapi PNS Hangor yang dikenal memiliki kemampuan siluman (stealth) dan daya serang tinggi.
Diplomasi Maritim yang Kokoh
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksma TNI Tunggul, menegaskan bahwa keberhasilan manuver ini bukan sekadar demonstrasi kekuatan, melainkan bukti nyata dari kedalaman diplomasi maritim antara Indonesia dan Pakistan.
“Latihan ‘Teman E Bahr’ (Sahabat Laut) ini menunjukkan kepercayaan tinggi antara kedua angkatan laut. Kami saling menguji kemampuan terbaik dalam suasana yang terkendali namun realistis. Ini memperkuat interoperabilitas dan kesiapsiagaan kita dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Laksma Tunggul.
Ia menambahkan, kehadiran PNS Hangor di perairan Jakarta selama latihan adalah bagian dari skenario yang telah disepakati untuk melatih refleks prajurit TNI AL dalam mendeteksi ancaman bawah laut yang sulit ditangkap radar konvensional.
Signifikansi Strategis bagi Keamanan Nasional
Analisis militer menilai, latihan ini memiliki nilai strategis tinggi bagi Indonesia. Dengan semakin ramainya lalu lintas kapal selam asing di perairan nusantara, kemampuan TNI AL dalam Anti-Submarine Warfare (ASW) atau peperangan anti-kapal selam terus diasah.
Kerjasama dengan Pakistan, yang memiliki pengalaman operasional kapal selam di Samudra Hindia, memberikan perspektif baru bagi TNI AL dalam menangani ancaman asimetris di laut.
“Ini adalah pesan jelas kepada dunia: Laut Jawa adalah wilayah kedaulatan RI yang dijaga ketat. Setiap kehadiran aset militer asing, bahkan dalam rangka latihan sahabat, akan dipantau dan direspons dengan profesionalisme tinggi,” tutup sumber internal TNI AL.
Dengan berakhirnya manuver puncak ini, hubungan militer Indonesia-Pakistan semakin solid, sekaligus mempertegas komitmen TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman, baik di permukaan maupun di kedalaman samudra.[]
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) & Analisis Militer
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: Redaksi Nasional
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

