Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
JAKARTA – Polri bersama PT PLN (Persero) mengungkap hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada akhir pekan lalu (Mei 2026).
1. Penyebab Utama: Gangguan Teknis & Cuaca Ekstrem
* Lokasi Kejadian: Gangguan terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai, tepatnya di menara transmisi 175 dan 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
* Waktu Kejadian: Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB.
* Penyebab Fisik: Ditemukan kabel transmisi dalam kondisi putus. Namun, struktur tower masih baik. Kerusakan kabel bersifat "serabut" dan tidak rapi, yang mengindikasikan putus akibat tekanan/tegangan tinggi, bukan disengaja atau dipotong.
* Faktor Pemicu: Cuaca buruk (hujan dan angin kencang) diduga menjadi pemicu utama yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi.
2. Kronologi Efek Domino
Direktur Transmisi PT PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan mekanisme terjadinya blackout:
1. Gangguan pertama terjadi pada jalur transmisi 275 kV di koridor timur.
2. Arus listrik otomatis berpindah ke jalur barat (275 kV), memicu osilasi tegangan dan frekuensi ekstrem (power swing).
3. Jalur barat kemudian ikut trip (mati) untuk mengisolasi gangguan.
4. Sistem kelistrikan Sumatera terpecah dua: Wilayah selatan surplus daya, wilayah utara kekurangan daya.
5. Pembangkit di wilayah utara mengalami penurunan frekuensi dan trip secara berantai hingga seluruhnya mati, menyebabkan blackout di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, dan sebagian Sumsel.
3. Konfirmasi Polri: Bukan Sabotase
Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, menegaskan:
* Tidak ada indikasi sabotase atau unsur kesengajaan.
* Kerusakan kabel menunjukkan karakteristik putus alami akibat tekanan teknis dan cuaca.
* Masyarakat dihimbau tidak mudah percaya narasi hoax tentang sabotase.
* Sampel kabel yang putus telah diamankan Puslabfor Polri untuk analisis laboratorium lebih lanjut.
4. Proses Pemulihan
* Pemulihan dilakukan bertahap dimulai dari pembangkit yang bisa black start (diesel/gas), lalu PLTGU, dan terakhir PLTU.
* Listrik mulai menyala sebagian (20-30%) dalam 5 jam pertama.
* Sistem kembali normal penuh pada Minggu (24/5/2026) pukul 06.17 WIB.
* Sempat terjadi pemadaman terbatas kembali pada Minggu malam akibat beban puncak, namun sudah dinormalkan.
Sumber: Humas Polri & Humas PLN
Editor: Tim Redaksi
Penulis: Wawa
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

