Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
PONTIANAK, 13 Mei 2026 – Shindy Lutfiana, Master of Ceremony (MC) pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026, resmi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memicu kontroversi di media sosial. Permintaan maaf ini disampaikan menyusul viralnya klip video saat babak final lomba yang berlangsung pada 9 Mei 2026 lalu.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding, pada Selasa (12/5/2026), Shindy menyatakan penyesalan mendalam atas diksi yang ia gunakan, khususnya kalimat: “Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja.” Pernyataan tersebut dinilai merendahkan dan tidak empatik terhadap peserta lomba dari SMA Negeri 1 Pontianak yang saat itu sedang memperjuangkan jawaban atau protes atas nilai yang diberikan.
Penyesalan Atas Diksi yang Tidak Tepat
Shindy mengakui bahwa ucapannya keluar tanpa pertimbangan matang mengenai dampaknya terhadap psikologi peserta, terutama siswa SMA yang masih dalam tahap perkembangan emosional.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya... yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy dalam keterangannya.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, dan luka batin bagi berbagai pihak. Pihak yang paling terdampak, menurut Shindy, adalah para peserta lomba, guru pendamping, serta pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan... khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” tambahnya.
Pelajaran Berharga bagi Profesi MC
Insiden ini menjadi sorotan publik karena peran seorang MC bukan sekadar pembaca acara, tetapi juga fasilitator yang harus menjaga suasana kondusif dan menghormati peserta. Diksi yang dianggap gaslighting atau mengabaikan validitas perasaan peserta dianggap melanggar etika profesi, terutama dalam ajang pendidikan yang sarat nilai kebangsaan seperti LCC Empat Pilar.
Shindy menyebut polemik ini sebagai titik balik bagi kariernya untuk lebih berhati-hati.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” ujarnya.
Ia berharap permohonan maaf tulus tersebut dapat diterima oleh semua pihak yang tersinggung. Shindy juga berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi diri agar dapat bersikap lebih baik, profesional, dan bijak di masa depan.
Respons Publik dan Evaluasi Panitia
Sebelumnya, warganet Kalbar dan nasional ramai memperbincangkan sikap MC tersebut. Banyak netizen menilai bahwa seorang MC seharusnya berdiri netral dan mendukung semangat kompetisi yang sehat, bukan mematahkan argumen peserta dengan kalimat yang terkesan meremehkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi atau evaluasi terhadap kinerja MC. Namun, permintaan maaf pribadi dari Shindy diharapkan dapat meredam ketegangan dan mengembalikan fokus pada esensi edukasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) yang menjadi tujuan utama lomba.[]
Sumber: Akun Ig Shindy Lutfiana & Liputan Media Lokal
Editor: Tim Redaksi Pendidikan
Penulis: Wawa
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

