• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    BEM Fakultas Bersatu Bongkar Dugaan "Dalang Berjas": Aksi Mahasiswa Ditunggangi Politik Praktis? Jejak Fortuner & Koneksi Jenderal Purnawirawan Terkuak.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-17T05:53:20Z

     

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Aksi Mahasiswa Ditunggangi Politik Praktis? Jejak Fortuner & Koneksi Jenderal Purnawirawan


    “Gerakan mahasiswa adalah suara nurani rakyat, bukan alat tawar-menawar politik elit. Ketika mobil mewah berpelat hitam mulai parkir di barisan depan demonstrasi, kami tahu ada sesuatu yang busuk di balik layar.”  

    (Juru Bicara BEM Fakultas Bersatu)


    JAKARTA | 17 Juni 2026 - Gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut keadilan dan reformasi kebijakan nasional kembali diwarnai kontroversi. BEM Fakultas Bersatu, sebuah koalisi badan eksekutif mahasiswa dari berbagai universitas, secara resmi menyampaikan pernyataan sikap keras terkait dugaan penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.


    Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (16/6/2026), BEM Fakultas Bersatu menuding adanya upaya sistematis untuk membelokkan arah aspirasi murni mahasiswa demi agenda kelompok tertentu. Sorotan utama tertuju pada sosok Tiyo Ardianto, salah satu pimpinan aksi lapangan yang diduga memiliki kedekatan erat dengan jaringan politik oligarki.


    Jejak Digital: Mobil Fortuner dan Nama Besar di Balik Layar


    Bukti paling mencolok yang dihadirkan BEM Fakultas Bersatu adalah data kepemilikan kendaraan yang digunakan selama koordinasi aksi. Sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam, yang kerap terlihat mengawal Tiyo Ardianto, tercatat atas nama Siti Nuraini.


    Nama ini bukanlah orang sembarangan. Siti Nuraini disebut-sebut merupakan adik kandung dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, mantan pejabat tinggi militer yang kini aktif dalam lintasan politik nasional. Kehadiran kendaraan pribadi keluarga tokoh berpengaruh di tengah massa mahasiswa yang mayoritas menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki, dinilai sebagai simbol ketidaksetaraan dan indikasi adanya "sponsorship" terselubung.


    "Ini bukan sekadar soal siapa yang menyetir, tapi siapa yang membiayai logistik, siapa yang mengatur narasi, dan siapa yang akan diuntungkan jika kekacauan terjadi," tegas perwakilan BEM.


    Peta Kekuasaan: Forum Bandung 18 Juni Sebagai Panggung Baru?


    Dugaan politisasi ini semakin menguat dengan adanya informasi mengenai rencana penyelenggaraan Forum Diskusi Nasional Kebangsaan yang akan digelar di Bandung pada 18 Juni 2026. Beberapa tokoh yang disebut dekat dengan Tiyo Ardianto dan jaringan Setyo Sularso dikabarkan akan hadir sebagai pembicara kunci.


    BEM Fakultas Bersatu mencurigai bahwa aksi-aksi demonstrasi saat ini adalah bentuk "pemanasan" atau pressure group untuk menciptakan momentum politik menjelang forum tersebut. Tujuannya: mendiskreditkan pemerintah saat ini atau menekan lawan politik tertentu agar posisi tawar mereka di forum Bandung menjadi lebih kuat.


    Tegas Menolak: Mahasiswa Bukan Bidak Catur Elit


    Menanggapi hal tersebut, BEM Fakultas Bersatu menegaskan prinsip dasar gerakan mahasiswa: independen, kritis, dan berpihak pada rakyat. Mereka menolak keras dijadikan alat legitimasi atau destabilisasi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki rekam jejak perjuangan bersama mahasiswa.


    "Kami menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa untuk waspada. Jangan biarkan keringat dan teriakan kita di jalanan dicuri oleh mereka yang hanya ingin duduk nyaman di kursi kekuasaan. Tolak segala bentuk fasilitas mencurigakan, tolak narasi yang diarahkan, dan tetaplah pada tuntutan substansial: keadilan hukum, kesejahteraan rakyat, dan integritas bangsa," seru koordinator aksi.


    Ujian Kedewasaan Demokrasi


    Kasus dugaan penunggangan ini menjadi ujian kematangan demokrasi Indonesia. Di satu sisi, hak berserikat dan berpendapat dilindungi konstitusi. Di sisi lain, manipulasi massa oleh elit politik adalah penyakit kronis yang dapat merusak esensi demokrasi itu sendiri.


    Publik kini menunggu klarifikasi dari Tiyo Ardianto dan pihak keluarga Letjen (Purn) Setyo Sularso. Apakah kehadiran Fortuner tersebut sekadar kebetulan, atau bagian dari strategi besar yang lebih gelap?


    Bagi mahasiswa, pesan BEM Fakultas Bersatu jelas: Bersihkan barisanmu dari penyusup berjas. Karena sejarah hanya akan mencatat mereka yang berjuang dengan tangan kosong dan hati yang bersih, bukan mereka yang berlindung di balik bayang-bayang kekuasaan.[]


    Sumber: Konferensi Pers BEM Fakultas Bersatu, Data Kepemilikan Kendaraan (Simulasi Investigasi), & Pantauan Aktivis Sipil

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Khoirun Nisa 

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +