• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    "Saya Dibohongi!" Elza Syarief Mundur Jadi Pengacara Sony Sonjaya: Kejujuran Hilang, Kepercayaan Runtuh di Tengah Skandal MBG.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-17T05:42:16Z

     

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Elza Syarief Mundur Jadi Pengacara Sony Sonjaya: Kejujuran Hilang, Kepercayaan Runtuh


    “Bagaimana saya bisa membela seseorang jika dasar pembelaan itu dibangun di atas kebohongan? Pak Sony mengaku bersih, tapi fakta di lapangan berkata lain. Saya tidak mau menjadi bagian dari narasi palsu.”  

    (Elza Syarief, Advokat & Mantan Kuasa Hukum Sony Sonjaya)


    JAKARTA | 17 Juni 2026 - Dunia hukum Indonesia kembali diguncang oleh drama integritas. Elza Syarief, advokat senior yang dikenal vokal dan berprinsip, resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang terseret dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). 


    Keputusan drastis ini diambil Elza pada Senin (15/6/2026), sehari setelah penetapan Asep Yusuf Somantri (AYS)—orang dekat Sony—sebagai tersangka. Elza mengaku merasa "dikhianati" karena menemukan informasi yang sangat berbeda dari keterangan awal yang diberikan kliennya.


    Pemicu Utama: Aliran Uang dan Janji Manis yang Palsu


    Menurut sumber internal yang dikonfirmasi Homepublik.id, pemicu utama mundurnya Elza adalah temuan mengenai aliran dana mencurigakan antara AYS dan Sony. Awalnya, Sony meyakinkan Elza bahwa ia sama sekali tidak menerima suap atau gratifikasi apapun terkait proyek pengadaan motor listrik dan dapur umum MBG.


    Namun, saat pemeriksaan berlangsung dan nama AYS muncul sebagai tersangka yang diduga menjadi perantara uang haram, Elza menemukan celah besar dalam kesaksian Sony. "Pak Sony tidak jujur. Sebelum bersumpah bersih, info beberapa orang sudah masuk ke meja saya. Ada ketidaksesuaian data yang fatal," ungkap Elza kepada awak media, Selasa (16/6).


    Bagi seorang advokat sekelas Elza Syarief, kepercayaan adalah mata uang paling berharga. Ketika klien menyembunyikan fakta kunci, strategi pembelaan menjadi lumpuh dan integritas pengacara ikut tercoreng.


    Fakta Tersembunyi: Siapa Lagi yang Harus Bicara?


    Elza juga menyinggung adanya sejumlah fakta lain yang belum terungkap secara terbuka. Ia menduga masih ada "aktor intelektual" atau pihak ketiga lainnya yang terlibat dalam skema korupsi MBG yang nilainya mencapai triliunan rupiah tersebut. 


    "Masih banyak nama yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) namun belum tersentuh hukum. Saya merasa tidak nyaman melanjutkan pendampingan jika transparansi tidak diberikan penuh oleh klien," tambahnya.


    Pengunduran diri ini meninggalkan Sony Sonjaya dalam posisi yang semakin terjepit. Tanpa pembelaan dari figur publik seperti Elza, Sony kini harus mengandalkan tim hukum baru yang mungkin tidak memiliki "daya tawar" politik dan media yang sama kuatnya.


    Ujian Transparansi Kejaksaan Agung


    Langkah Elza Syarief mengirimkan pesan keras: korupsi MBG bukan kasus biasa, ini adalah jaring laba-laba yang rumit. Jika saja seorang pengacara sekaliber Elza merasa dibohongi oleh kliennya sendiri, betapa dalamnya lubang kelinci (rabbit hole) yang harus digali oleh Kejaksaan Agung.


    Rakyat menanti kejelasan proses hukum yang transparan dan berkeadilan. Jangan biarkan kasus ini berhenti pada "kambing hitam" tingkat menengah. Siapa dalang di balik AYS? Ke mana lari uang rakyat yang seharusnya menjadi gizi anak-anak bangsa?


    Elza mungkin sudah pergi, tetapi mata publik tetap terbuka lebar. Kejujuran mungkin hilang dari mulut tersangka, tetapi keadilan harus tetap hidup di hati penegak hukum.[]


    Sumber: Pernyataan Pers Elza Syarief & Data Perkembangan Kasus Korupsi MBG

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Wawa

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +