• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Dasco Yakin Rupiah Perkasa Pekan Depan, Imbau Masyarakat "Lepas Dolar" Sebelum Terlambat: Strategi Rahasia Pemerintah atau Sekadar Optimisme Politik?.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-12T16:37:25Z

     

            Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Pemerintah Himbau Masyarakat "Lepas Dolar" Sebelum Terlambat


    “Jangan takut melepas dolar. Kepercayaan pasar internasional terhadap stabilitas kebijakan kita sedang memuncak. Pekan depan, rupiah akan menunjukkan taringnya.”  

    (Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI)


    JAKARTA | 12 Juni 2026 - Gelombang optimisme kembali dihembuskan ke pasar keuangan Indonesia. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan pandangan positif bahwa tren pelemahan mata uang Garuda dalam beberapa pekan terakhir telah berbalik arah. Menurutnya, penguatan nilai tukar Rupiah belakangan ini dipicu oleh melonjaknya tingkat kepercayaan para pelaku pasar internasional terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


    Dalam keterangannya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026), Dasco meyakini bahwa penguatan ini akan berlanjut secara konsisten seiring bergulirnya berbagai program perbaikan struktural ekonomi nasional. Bahkan, ia secara spesifik mengimbau kepada masyarakat luas yang masih menyimpan aset dalam bentuk Dolar AS untuk segera melepaskannya ke pasar guna menghindari potensi kerugian finansial saat Rupiah semakin perkasa di minggu depan.


    Fakta di Lapangan: Rupiah Bertengger di Level Rp17.941 per USD


    Pernyataan Dasco muncul di tengah data terkini yang menunjukkan sedikit tanda pemulihan. Pada Kamis pagi (11/6/2026), nilai tukar Rupiah tercatat berada di level Rp17.941 per Dolar AS, menguat tipis dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat menyentuh ambang psikologis Rp18.000.


    Meski penguatan ini terlihat modest (kecil), Dasco menilai ini adalah sinyal awal dari perubahan sentimen global. "Pasar melihat komitmen kita serius. Program-program strategis seperti hilirisasi, ketahanan pangan, dan efisiensi birokrasi mulai dirasakan dampaknya oleh investor asing," ujarnya.


    Imbauan Kontroversial: "Jual Dolar Sekarang!"


    Yang paling menyita perhatian publik adalah imbauan Dasco agar masyarakat yang berspekulasi dengan memegang Dolar AS untuk segera menjualnya. "Jika Anda masih memegang dolar untuk spekulasi, lepaskan sekarang. Jangan tunggu sampai pekan depan ketika rupiah sudah terlalu kuat, Anda akan rugi," tegas politisi Gerindra tersebut.


    Imbauan ini tentu memicu pro-kontra di kalangan ekonom dan praktisi pasar valuta asing (valas). Sebagian menyambut baik sebagai bentuk keyakinan tinggi terhadap fundamental ekonomi domestik. Namun, sebagian lain menganggap pernyataan tersebut terlalu berani dan berisiko menyesatkan jika tidak didukung oleh intervensi teknis yang nyata dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan.


    Strategi Rahasia Pemerintah? Dasco Sebut Ada "Langkah Khusus"


    Lebih jauh, Dasco mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tukar Rupiah yang akan mulai dijalankan secara penuh dalam waktu dekat. Meski tidak merinci detail strateginya—mengingat sifatnya yang sensitif terhadap pasar—ia menyebut langkah ini melibatkan koordinasi ketat antara otoritas fiskal, moneter, serta pendekatan diplomasi ekonomi untuk menarik arus modal masuk (capital inflow).


    "Ada strategi khusus yang sedang disiapkan. Saya yakin pekan depan akan ada kejutan positif bagi rupiah," kata Dasco, tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah strategi tersebut berupa intervensi pasar, penerbitan instrumen baru, atau insentif pajak bagi investor asing.


    Skeptisisme Pasar: Apakah Fundamental Sudah Kuat?


    Di balik optimisme Dasco, realitas ekonomi makro masih menghadapi tantangan berat. Defisit transaksi berjalan, utang luar negeri yang jatuh tempo, serta ketidakpastian geopolitik global masih menjadi beban bagi Rupiah. Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih bergerak fluktuatif, mencerminkan kehati-hatian investor.


    Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Bhima Yudhistira, memberikan catatan kritis. "Optimisme pejabat politik memang penting untuk sentimen, tapi pasar valas bergerak berdasarkan data riil: suku bunga, inflasi, dan neraca perdagangan. Jika 'strategi khusus' itu hanya berupa retorika tanpa aksi konkret BI, penguatan rupiah hanya akan bersifat jangka pendek," ujarnya.


    Epilog: Ujian Kepercayaan Publik


    Pernyataan Sufmi Dasco Ahmad adalah pertaruhan besar. Jika prediksi beliau benar dan Rupiah确实 (benar-benar) menguat signifikan pekan depan, maka kredibilitas pemerintah dalam mengelola ekonomi akan terdongkrak. Namun, jika Rupiah justru melemah lagi, imbauan untuk "melepas dolar" bisa berbalik menjadi bumerang politik yang merugikan masyarakat kecil yang terlanjur mengikuti saran tersebut.


    Publik kini menunggu bukti nyata. Apakah "strategi khusus" itu akan segera terungkap? Ataukah ini hanya sekadar upaya menenangkan pasar menjelang akhir kuartal II-2026?


    Satu hal pasti: mata uang adalah cerminan kepercayaan. Dan kepercayaan itu harus dibangun dengan transparansi, konsistensi, dan kinerja nyata, bukan hanya dengan janji-janji optimis di podium parlemen.[]


    Sumber: Pernyataan Pers Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Data Kurs BI, & Analisis Ekonom Independen

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Redaksi Nasional Jakarta

    Media: Homepublik.id | Media Nasional Terdepan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler