• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Saksi Hidup Sejarah Saudi: Nasser Al Wadaei, Pria Tertua 142 Tahun, Meninggal Dunia Tinggalkan 134 Keturunan & 40 Kali Haji.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-07T12:00:37Z

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    Nasser Al Wadaei, Pria Tertua 142 Tahun, Meninggal Dunia


    “Ia lahir sebelum Arab Saudi berdiri, dan wafat saat Kerajaan menjadi raksasa energi dunia. Hidupnya adalah jembatan antara masa lalu yang sederhana dan masa kini yang megah.”  

    (Keluarga Al Wadaei)


    DHARAN AL JANOUB, ARAB SAUDI | 7 Juni 2026 - Arab Saudi kembali berduka, namun juga merayakan sebuah kehidupan yang luar biasa panjang dan penuh berkah. Nasser bin Radan Al Rashid Al Wadaei, pria tertua yang pernah tercatat di Kerajaan Arab Saudi, menghembuskan napas terakhirnya pada usia 142 tahun.


    Kelahirannya diperkirakan terjadi pada tahun 1884, jauh sebelum penyatuan Kerajaan Arab Saudi oleh Raja Abdulaziz Al Saud pada 1932. Artinya, Nasser hidup melintasi tiga era kepemimpinan raja, menyaksikan transformasi gurun pasir menjadi negara modern, dan mengalami perubahan sosial-ekonomi yang drastis selama lebih dari satu abad.


    Haji 40 Kali: Simbol Keteguhan Iman


    Di tengah usianya yang senja, Nasser dikenal bukan hanya karena umur panjangnya, tetapi karena dedikasi spiritualnya yang tak tergoyahkan. Menurut keterangan keluarga, ia telah menunaikan ibadah Haji sebanyak lebih dari 40 kali sepanjang hidupnya.


    Bagi masyarakat setempat di Dhahran Al Janoub, wilayah selatan Arab Saudi, Nasser adalah figur yang dihormati. Ia dianggap sebagai simbol barakah (keberkahan) usia, keteguhan iman, dan kesederhanaan hidup di tengah kemewahan materialistik yang mulai menggerus nilai-nilai tradisional.


    “Bapak kami tidak pernah sombong meski umurnya sangat panjang. Ia selalu mengingatkan kami bahwa umur adalah amanah, bukan kebanggaan,” ujar salah seorang cucunya
    .


    Keluarga Besar: 134 Anak & Cucu, Menikah Lagi di Usia 110


    Salah satu fakta yang paling mengejutkan publik adalah ukuran keluarganya yang raksasa. Nasser dilaporkan meninggalkan 134 keturunan, terdiri dari anak, cucu, cicit, hingga buyut.


    Yang lebih mencengangkan, Nasser diketahui menikah untuk terakhir kalinya pada usia 110 tahun dan masih dikaruniai seorang putri setelah pernikahan tersebut. Vitalitas dan kesehatan fisiknya di usia sepuh menjadi perbincangan hangat di media sosial Arab Saudi, dengan banyak warganet menyebutnya sebagai "mukjizat ketahanan tubuh" berkat pola hidup sederhana, makanan alami, dan doa yang tak henti.


    Pemakaman Khidmat: 7.000 Pelayat Hadiri


    Kabar wafatnya Nasser menyebar luas di media sosial, memicu gelombang ucapan bela sungkawa dari berbagai penjuru Kerajaan. Prosesi salat jenazah dilaksanakan di Masjid Dhahran Al Janoub, dihadiri oleh ribuan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir.


    Lebih dari 7.000 pelayat dilaporkan memadati area pemakaman, sebuah angka yang jarang terlihat untuk pemakaman warga sipil biasa. Hal ini menunjukkan betapa besarnya rasa hormat masyarakat terhadap sosok yang dianggap sebagai "kakek bangsa" atau saksi hidup sejarah Saudi.


    Jenazah Nasser kemudian dimakamkan di desa asalnya, Al Rashid, dalam suasana khidmat dan penuh doa.


    Warisan Nilai: Kesederhanaan di Era Modern


    Kehidupan Nasser Al Wadaei menjadi kontras menarik di era modern Arab Saudi yang serba cepat dan mewah. Di saat banyak orang berlomba mengejar harta dan jabatan, Nasser memilih jalan ketenangan, ibadah, dan keluarga.


    Para peneliti demografi dan sosiolog melihat kasus Nasser sebagai studi menarik tentang faktor-faktor umur panjang di wilayah Jazirah Arab, yang meliputi:

    1.  Pola Makan Tradisional: Konsumsi kurma, susu unta, dan daging kambing lokal.

    2.  Aktivitas Fisik Ringan: Tetap aktif bergerak meski di usia tua.

    3.  Ikatan Sosial Kuat: Hidup dalam komunitas besar yang saling mendukung.

    4.  Ketahanan Spiritual: Ibadah rutin dan hati yang tenang.


    Wafatnya Nasser Al Wadaei menutup satu bab sejarah lisan Arab Saudi. Namun, kisahnya akan terus dikenang sebagai inspirasi bahwa umur panjang bukanlah tujuan akhir, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal, memperkuat keluarga, dan menjadi saksi kebesaran Tuhan dalam setiap perubahan zaman.


    Selamat jalan, Nasser Al Wadaei. Semoga ruhmu tenang di sisi-Nya.


    Sumber: Himpuh & Dokumentasi Media Sosial Arab Saudi

    Editor: Tim Redaksi Homepublik.id

    Penulis: Abdul Aziz 

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler