• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo Masuk 30 Kepala Daerah Asia di Forum RCEP, Bukti Pengakuan Global terhadap Potensi Lokal.

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-28T03:04:49Z

           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 


    Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo Masuk 30 Kepala Daerah Asia di Forum RCEP, Bukti Pengakuan Global terhadap Potensi Lokal.


    “Kehadiran kita di forum setingkat ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah bukti bahwa potensi ekonomi Situbondo mulai dilirik oleh investor dan pemangku kebijakan tingkat Asia.”

    (Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Situbondo)


    ANHUI, CHINA | 28 Mei 2026 - Sebuah pencapaian membanggakan dicatatkan oleh Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (akrab disapa Mas Rio), terpilih menjadi salah satu dari 30 kepala daerah se-Asia yang diundang secara khusus dalam forum bergengsi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).


    Kegiatan yang berlangsung di beberapa kota di Provinsi Anhui, Tiongkok, pada Rabu (27/5/2026) ini, menandai langkah besar bagi pemerintahan daerah di Indonesia untuk tidak hanya fokus pada administrasi lokal, tetapi juga aktif menjemput bola dalam jaringan ekonomi regional terbesar di dunia.


    Dari Lokal ke Global: Situbondo Diakui di Panggung Asia


    Forum RCEP sendiri merupakan kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia, yang mencakup 15 negara anggota ASEAN plus mitra dagangnya seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.


    Undangan kepada kepala daerah level kabupaten/kota menunjukkan pergeseran paradigma: investasi dan kerja sama ekonomi kini tidak lagi hanya dibahas di tingkat nasional, tetapi langsung menyentuh potensi spesifik daerah.


    Kehadiran Mas Rio di tengah para pemimpin daerah dari negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, serta negara berkembang lainnya, menjadi sinyal kuat bahwa Situbondo memiliki daya tarik investasi dan potensi ekonomi yang unik.


    “Ini adalah momen bersejarah. Kita membuktikan bahwa daerah kecil di ujung timur Jawa ini mampu berdiri sejajar dengan wilayah-wilayah potensial lainnya di Asia. Dunia melihat Situbondo,” ujar Mas Rio dalam keterangannya dari Anhui.


    Fokus Pembahasan: Investasi, Logistik, dan Ekonomi Hijau


    Dalam forum tersebut, para peserta membahas strategi pemanfaatan RCEP untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi dan di tengah ketidakpastian geopolitik global. Beberapa poin kunci yang menjadi perhatian delegasi Situbondo meliputi:

    1.  Akses Pasar Ekspor: Memanfaatkan tarif nol persen dalam kerangka RCEP untuk produk unggulan Situbondo seperti garam, ikan olahan, dan hasil pertanian.

    2.  Infrastruktur Logistik: Belajar dari pengalaman Provinsi Anhui dalam mengembangkan konektivitas pelabuhan dan jalur kereta api untuk efisiensi distribusi barang.

    3.  Ekonomi Hijau & Berkelanjutan: Menarik minat investor asing yang kini lebih selektif dan mengutamakan proyek-proyek ramah lingkungan, sesuai dengan potensi wisata alam dan energi terbarukan di Situbondo.


    Dampak Bagi Masyarakat SitubondonnBagi masyarakat Situbondo, kehadiran bupati mereka di forum internasional ini diharapkan membawa dampak nyata berupa:

    *   Penyerapan Tenaga Kerja: Melalui masuknya investasi baru di sektor industri pengolahan dan pariwisata.

    *   Peningkatan Kualitas Produk: Standar kualitas produk lokal akan terdongkrak agar mampu bersaing di pasar ekspor.

    *   Alih Teknologi: Kerja sama teknis dengan daerah-daerah lain di Asia dapat membawa inovasi teknologi pertanian dan perikanan modern ke Situbondo.


    Langkah Selanjutnya: Tindak Lanjut Konkrit


    Mas Rio menegaskan bahwa undangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari serangkaian kerja sama strategis. Upon kembali ke tanah air, Pemkab Situbondo berencana membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti beberapa Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah dijajaki selama di Tiongkok.


    “Kita tidak boleh puas dengan sekadar hadir. Kita harus pulang membawa komitmen investasi, transfer pengetahuan, dan jaringan bisnis yang menguntungkan rakyat Situbondo,” tegasnya.


    Dengan langkah ini, Situbondo semakin kokoh posisinya sebagai salah satu daerah destinasi investasi prioritas di Jawa Timur, sekaligus membuktikan bahwa otonomi daerah dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak citra Indonesia di mata dunia.[]


    Sumber: Kaperwil Jatim 

    Editor: Tim Redaksi 

    Penulis: H. Husnan 

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +