Presiden Prabowo Salat Iduladha Bersama 500 Diaspora Indonesia di Paris Prancis
“Di tanah rantau, salat berjemaah bukan sekadar ibadah, tapi penguat ikatan kebangsaan.”
(Suasana Wisma Indonesia)
PARIS, PRANCIS | Rabu, 27 Mei 2026 - Suasana khidmat menyelimuti Wisma Indonesia di Paris, Prancis, pada pagi hari Rabu (27/5/2026). Lebih dari 500 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora yang bermukim di berbagai kota di Eropa berkumpul untuk menunaikan Salat Idul Adha 1447 H. Yang membuat momen ini istimewa, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut hadir dan berbaur langsung dengan jemaah.
Tidak ada jarak antara kepala negara dan rakyatnya di pagi yang fitri itu. Presiden Prabowo tiba di lokasi dan tanpa protokoler yang kaku, beliau langsung menempati saf terdepan. Bersama ratusan jemaah lainnya, Presiden Prabowo mengumandangkan takbir dengan lantang, menandai dimulainya ibadah kurban di jantung benua Eropa.
Imam dan Khatib dari Kalangan Akademisi
Salat berjemaah dipimpin oleh Fakhruddin Arrozi, seorang akademisi dan dosen asal Indonesia yang kini bermukim di Prancis. Pemilihan imam dari kalangan intelektual dan masyarakat sipil ini menegaskan semangat inklusivitas dan peran penting diaspora Indonesia dalam menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan di luar negeri.
Dalam khutbahnya, Fakhruddin Arrozi menekankan pentingnya nilai-nilai kurban—yaitu keikhlasan, berbagi, dan persaudaraan—sebagai modal sosial bagi diaspora Indonesia untuk tetap kokoh di tengah tantangan global. Pesan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan WNI di luar negeri.
Bersalam-salaman dan Makan Bersama: Simbol Kedekatan
Usai salat, suasana berubah menjadi hangat dan penuh keakraban. Presiden Prabowo tidak segera meninggalkan lokasi. Beliau justru berkeliling, bersalam-salaman, dan berbincang santai dengan para jemaah. Mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga keluarga Indonesia yang telah puluhan tahun menetap di Prancis, semua mendapat kesempatan untuk berjabat tangan langsung dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama dalam nuansa gotong royong. Hidangan khas Indonesia disajikan, menciptakan aroma kampung halaman di tengah kota Paris. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa bagi Presiden Prabowo, diaspora bukanlah sekadar angka statistik, melainkan bagian integral dari bangsa yang harus dijaga dan dirangkul.
“Kehadiran Bapak Presiden di saf depan, salat bersama kami, dan makan bersama kami, terasa sangat menyentuh. Rasanya seperti Lebaran di kampung sendiri,” ujar salah satu diaspora Indonesia yang hadir, dengan mata berkaca-kaca.
Diplomasi & Penguatan Hati di Tanah Rantau
Kunjungan Presiden Prabowo ke Wisma Indonesia di Paris ini juga memiliki dimensi diplomatik yang kuat. Di tengah dinamika politik global, kehadiran kepala negara di tengah komunitas WNI mengirimkan pesan bahwa Indonesia selalu hadir bagi warganya, di mana pun mereka berada.
Selain merayakan Iduladha, agenda ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan, dan harapan diaspora Indonesia di Eropa. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk meningkatkan layanan konsuler dan perlindungan hukum bagi WNI di luar negeri.
Dengan lebih dari 500 peserta yang hadir dari berbagai kota, acara ini menjadi salah satu perayaan Iduladha terbesar bagi komunitas Indonesia di Eropa tahun ini. Dan di tengahnya, berdiri seorang pemimpin yang memilih untuk tidak hanya memimpin dari istana, tetapi juga bersujud bersama rakyatnya di tanah seberang.
Selamat Iduladha 1447 H. Dari Paris, dengan cinta, untuk Indonesia.
Sumber: Liputan Khusus
Editor: Tim Redaksi Homepublik.id
Penulis: ERL Redaksi Nasional
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

