Homepublik.id|Media Nasional Terdepan
“Saya ingin di Kalbar memiliki pemimpin (Bupati) seperti Mas Rio. Jika takdir mengizinkan saya menjadi Bupati, saya akan meniru cara beliau memimpin.”
NGANJUK, Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2026|Sebuah momen menarik terjadi dalam acara pembukaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Di tengah keriuhan ribuan peserta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara khusus menyebut nama seorang kepala daerah dari ujung timur Pulau Jawa.
“Bupati Situbondo, Saudara Yusuf Rio Wahyu Prayogo,” ucap Presiden Prabowo dengan tegas di hadapan hadirin.
Penyebutan nama langsung oleh orang nomor satu di Indonesia itu sontak menjadi perhatian publik dan tamu undangan. Namun, gaung pujian tersebut tidak berhenti di Jawa Timur. Sorotan positif justru datang jauh dari seberang lautan, tepatnya dari Kalimantan Barat.
H. Badrun: Mas Rio Adalah Definisi Pemimpin Ideal
Bagi H. Badrun, salah satu tokoh masyarakat di Kalimantan Barat, sosok Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio ini adalah representasi ideal dari seorang pemimpin yang ia idam-idamkan.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Badrun mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Mas Rio yang dinilai low profile (rendah hati), namun tetap memancarkan kesan maskulin, tegas, dan sangat dekat dengan rakyat.
“Bupati idolaku,” ujar H. Badrun singkat namun penuh makna.
Menurut H. Badrun, kunci keberhasilan Mas Rio bukan pada kemewahan jabatan, melainkan pada pendekatan personalnya terhadap masyarakat.
“Memang tidak ada manusia yang sempurna. Setidaknya, ketidaksempurnaan itu diimplementasikan oleh sosok Mas Rio dengan melakukan pendekatan yang tulus kepada masyarakat, sehingga masyarakatnya merasa puas dan dihargai,” jelasnya.
Inspirasi untuk Kalimantan Barat
H. Badrun bahkan menyatakan bahwa gaya kepemimpinan Mas Rio layak dijadikan rujukan bagi pemimpin seluruh Indonesia, utamanya di Kalimantan Barat. Ia berharap daerah penghasil sumber daya alam ini juga dipimpin oleh figur yang serupa: rendah diri, responsif, tangkas, piawai, dan merakyat.
“Saya ingin di Kalbar ini memiliki pemimpin seperti Mas Rio. Bahkan, seandainya saya ditakdirkan Allah menjadi Bupati nantinya, saya akan melaksanakan cara-cara seperti halnya yang Mas Rio lakukan,” tegasnya dengan optimisme tinggi.
Bagi H. Badrun, luas wilayah dan jumlah penduduk serta sumber PAD bukanlah satu-satunya penentu kemajuan daerah. Yang lebih utama adalah cara memimpin, solutif, dan kepiawaian dalam mengelola potensi serta melayani rakyat.
“Terlepas dari luas wilayah dan jumlah penduduk, cara memimpin adalah hal utama menuju kabupaten yang makmur dan sejahtera rakyatnya,” imbuhnya.
Sosok Yusuf Rio Wahyu Prayogo: Dari Besuki Layak Maju ke Panggung Nasional
Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang dikenal dengan Mas Rio, memang telah lama dikenal sebagai bupati yang unik. Lahir dari keluarga sederhana di Besuki, Situbondo, ia membawa gaya komunikasi yang blak-blakan namun hangat. Kehadirannya di berbagai forum nasional, termasuk saat dipuji langsung oleh Presiden Prabowo, menunjukkan bahwa kepemimpinan lokal yang autentik dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat kecil ternyata mendapat tempat di hati pimpinan negara.
Keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di bawah komandonya di Situbondo sering dijadikan contoh bagaimana ekonomi kerakyatan bisa digerakkan tanpa birokrasi yang berbelit, melainkan dengan kepercayaan dan kolaborasi langsung dengan warga.
Bagi Kalimantan Barat, pesan dari H. Badrun jelas: Jangan hanya terpaku pada statistik demografi. Lihatlah pada kualitas kepemimpinan. Dan saat ini, mata banyak pihak tertuju pada Situbondo, belajar dari Mas Rio.[]
#MasRio #BupatiSitubondo #YusufRioWahyuPrayogo
Sumber: Laporan Acara KDKMP Nganjuk & Pernyataan H. Badrun
Editor: Tim Redaksi Opini Homepublik.id
Penulis: Fathurrozi Kabiro Mempawah
Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan

