• Jelajahi

    Copyright © Home Publik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Perang Klaim Penggelapan Dana Ma'had Ahlullah: Ali Aldeeb vs Syafi'i, Saling Tuduh hingga Ancaman Laporan Polisi

    Home Publik
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-22T23:26:29Z



           Homepublik.id|Media Nasional Terdepan 



    Saling Tuding Ali Aldeeb vs Syafiih 


    “Saya membantah tudingan itu tidak mendasar. Justru Syafi’ih lah yang diduga menggelapkan dana umat dan membawa lari satu unit sepeda motor milik Ali Aldeeb.”  

    Pernyataan Kubu Ali Aldeeb via WhatsApp (22/5/2026)


    KUBU RAYA, KALBAR | 23 Mei 2026 - Polemik yang melibatkan podcaster kontroversial Ali Aldeeb di Kalimantan Barat telah bergeser dari ranah etika dakwah ke arah sengketa pidana ekonomi yang serius. Setelah sebelumnya terseret isu pernikahan sirri dan pernyataan yang dinilai menghina Ulama Kalbar, kini muncul tudingan berat terkait dugaan penggelapan dana umat untuk pembangunan Pesantren "Ma'had Ahlullah".


    Konflik ini semakin panas setelah kedua belah pihak saling melempar tuduhan penyelewengan aset, menciptakan ketegangan yang berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya.


    Tuduhan Syafi'i: Kupon Donasi Infaq dan Pengelolaan Dana Tidak Transparan


    Tudingan awal dilontarkan oleh Syafi'i, seorang saksi yang mengaku pernah mendampingi Ali Aldeeb dalam berbagai kegiatan Ali Aldeeb hingga penggalangan dana. Menurut keterangan Syafii, Ali Aldeeb mengumpulkan donasi dari masyarakat dengan cara menyebarkan kupon-kupon sumbangan yang mengatasnamakan pembangunan Ma'had Ahlullah.


    Namun, Syafii menilai penggunaan dana tersebut tidak transparan dan berpotensi diselewengkan untuk kepentingan pribadi. “Dana yang dikumpulkan dari umat seharusnya digunakan murni untuk pembangunan pesantren, namun alur keuangannya tidak jelas, dan bahkan pembangunan Pesantren yang diberi nama "Ma'had Ahlullah" itu tidak ada dan fiktif,” klaim Safii.


    Isu ini menyentuh dua dimensi sensitif:

    1. Dimensi Ekonomi & Agama: Penyelewengan dana wakaf atau sedekah adalah pelanggaran berat yang merusak kepercayaan publik terhadap lembaga keagamaan.

    2. Dimensi Sosial: Pernyataan Ali Aldeeb yang sebelumnya dianggap menyinggung Ulama Kalbar telah memicu kemarahan kalangan Ulama, Tokoh, santri dan masyarakat tradisional, sehingga tudingan baru ini semakin memperkeruh suasana.


    Bantahan Keras & Serangan Balik: Ali Aldeeb Tuduh Syafi’ih Bawa Lari Motor


    Menanggapi gelombang kritik, kubu Ali Aldeeb tidak tinggal diam. Melalui komunikasi tertulis via WhatsApp pada Jum'at (22/5/2026), pihak Ali Aldeeb membantah keras semua tudingan sebagai hal yang "tidak mendasar" dan merupakan upaya pencemaran nama baik.


    Yang mengejutkan, Ali Aldeeb melancarkan serangan balik (counter-attack) kepada Syafi’ih (mantan teman dekat). Ali Aldeeb secara spesifik menuduh Syafi’ih-lah yang sebenarnya melakukan penggelapan, dengan mengklaim bahwa Syafi’ih telah membawa lari satu unit sepeda motor milik Ali Aldeeb.


    “Ini adalah upaya pembalikan fakta. Kami siap membuktikan bahwa Syafi’ih justru menghilangkan aset fisik berupa kendaraan,” tulis perwakilan Ali Aldeeb.


    Hingga saat ini, neither pihak belum merilis bukti dokumen resmi—seperti laporan keuangan, kuitansi, atau bukti kepemilikan kendaraan—kepada publik untuk menguatkan klaim masing-masing. Tiap klaim tentu harus diserai bukti dan kejelasan, dan setiap pihak wajib mempertanggungjawabkan dihadapan hukum.


    Tokoh Masyarakat: Sayangkan Sikap Abaikan Ultimatum


    Di tengah sengitnya perang kata-kata ini, Abdullah Nuriman, Ketua Umum Padepokan Kayong Rantas, turun tangan memberikan imbauan kritis. Ia menyayangkan sikap Ali Aldeeb yang dinilai terus mengeluarkan pernyataan provokatif dan mengabaikan ultimatum yang sebelumnya disampaikan oleh sejumlah tokoh Kalimantan Barat.


    “Kita sangat menyayangkan perkataan Ali Aldeeb yang terus bernada konfrontatif. Ia juga terkesan mengindahkan ultimatum 3x24 jam yang telah diberikan oleh para tokoh untuk melakukan permintaan maaf kepada Ulama Kalbar dan membuat klarifikasi terbuka dihadapan kami,” ujar Abdullah Nuriman, usai pelaksanaan Sholat Jum'at (22/5/2026).


    Kiai Abdullah Nuriman mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kalbar untuk:

    1. Tetap Bijak: Tidak mudah terpancing emosi oleh informasi yang beredar di media sosial.

    2. Junjung Praduga Tak Bersalah: Menunggu hasil klarifikasi dan pembuktian hukum sebelum menghakimi.

    3. Hindari Konflik Horizontal: Jangan biarkan isu pribadi antar individu memecah belah kerukunan umat beragama.


    Desakan Publik: Buka Buku Kas atau Hadapi Hukum


    Masyarakat kini mendesak agar kedua belah pihak—Ali Aldeeb dan Safii/Syafi’ih—segera membuka data keuangan pembangunan Ma'had Ahlullah secara transparan di hadapan para tokoh yang mengawasi permasalahan ini, seperti Ketua Umum Padepokan Kayong Rantas dan sejumlah tokoh Ulama Kalbar.


    Jika mediasi gagal dan terdapat indikasi tindak pidana penggelapan (Pasal 372 KUHP) atau penipuan (Pasal 378 KUHP), maka kasus ini harus segera dilaporkan ke kepolisian untuk diusut tuntas.


    “Jangan biarkan nama baik Ulama, Pesantren, dan kepercayaan umat dijadikan alat permainan politik atau pertarungan ego pribadi. Uang umat adalah amanah, dan fitnah terhadap Ulama adalah dosa besar,” tegas Abdullah Nuriman.


    Kasus ini menjadi ujian bagi kedewasaan masyarakat di Kalimantan Barat. Apakah Ali Aldeeb akan mampu membuktikan integritasnya melalui data konkrit, ataukah ia akan tenggelam dalam lautan tuduhan yang semakin berat? Ataukah Ali Aldeeb akan menerima konsekuensi, karena telah membuat gaduh dengan memfitnah dan memberikan informasi palsu (hoax), sehingga berakibat ia akan dideportasi ke negara asalnya. Publik kini  menunggu langkah nyata penegak hukum dan keterbukaan penuh dari para pihak yang bersengketa.[]


    Sumber: Pernyataan Safii, Bantahan Pihak Ali Aldeeb, & Himbauan Abdullah Nuriman

    Editor: Tim Redaksi Investigasi Homepublik.id

    Penulis: Kabiro Kota

    Media: Homepublik.id|Media Nasional Terdepan


    #Ma'hadAhlullahFiktif #PenggelapanDanaUmat #PerseteruanSyafiiVsAliAldeeb



     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    NamaLabel

    +